KENAPA ORANG KARO TAK BOLEH JADI PILOT?

(malawina.blogspot.com) : Bus Sinabung Jaya trayek Medan-Kabanjahe; di badan bus ini biasanya banyak tertulis ungkapan-ungkapan dalam bahasa karo semisal: “mama itingna” (sumber:malawina.blogspot.com)

Jemie Simatupang : KARO ITU selain nama suku—Sub Batak (tentang ini banyak versi)—juga nama daerah; Taneh Karo. Di Taneh Karolah orang-orang Karo berasal—dan tinggal (tentu bagi yang tak merantau).
Orang Karo banyak bekerja sebagai petani; dari sayur-sayuran sampai buah-buahan. Jeruk Medan yang terkenal itu berasal dari Karo, juga markissa. Buahan-buahan ini bisa dibeli dengan murah kalau kita belanja di pajak tradisional yang ada di “Pajak Berastagi”— Berastagi salah satu kota wisata di daerah Tanah Karo.

Di Medan, Orang Karo itu—juga sub Batak lainnya—banyak yang jadi supir. Terutama supir angkutan umum; seperti bus atau mini bus. Gampang menandai angkutan yang supirnya adalah orang Karo.

Bagaimana caranya?

Lihat saja tulisan di kaca mobilnya; baik bagian depan atau belakang. Biasanya ditulis dengan ungkapan-ungkapan dalam Bahasa Karo—dan biasanya adalah ungkapan sayang untuk [saudara] perempuan mereka. Mungkin sebagai penghormatan bahwa Orang Karo sangat menghargai perempuan dalam kehidupan mereka.

Misalnya:

Mama Biring (Pemiliknya atau idolanya/ kekasihnya yang bermarga Sembiring)

Mama Itingna

Mama Karo

Bre Tiganna

Bre Karona (Ibu “Pemiliknya” bermarga Karo-Karo seperti Sitepu, Sinulingga dan lainya sub-marga yang masuk dalam marga tersebut)

Mejuah Juah (kalau tak salah artinya ”selamat” atau sama dengan Horas dalam Bahasa batak Toba, Mandailing, Simalungun)

Dan lain-lain.

(sekilas info: arti itu saya buat sendiri, bisa jadi salah, bagi yang tahu arti sebenarnya—terutama Orang Karo—bolehlah mengkoreksi. Salaman lah……)

Tapi sebenarnya, tidak hanya angkutan umum, mobil-mobil pribadi milik Orang Karo pun sering ditulis dengan ungkapan-ungkapan demikian.

Kemudian seorang kawan mencoba membuat kelakar dengan sebuah tebak-tebakan—teka-teki yang sudah klasik sebenarnya.

”Kenapa Orang Karo tak boleh jadi pilot?”

Saya waktu itu belum terpikir soal mobil-mobil Orang Karo itu. Saya tak bisa menjawab. Karena dipaksanya juga harus menjawab, saya bilang karena di Tanah Karo belum ada bandara.

”Salah,” kata kawanku itu.

”Lalu kenapa?” tanya saya.

Tersenyum puas, dibilangnyalah: ”Karena kalau Orang Karo jadi pilot, nanti mereka juga menuliskan ”mama itingna” di kaca depan pesawat. Kan bisa rusak dunia penerbangan!”

”Walah!”

Catatan—sekaligus teka-teki—ini tak bermaksud menjelekkan Orang Karo. Bahkan saya salut untuk penghargaan mereka untuk perempuan; sebagaimana diungkapkan dalam tulisan-tulisan di mobil itu. Tentu spirit ini gambaran dari bagaimana budaya mereka menghormati perempuan.

Dan tak mungkinlah Orang Karo tak bisa jadi pilot kan? Dan pastilah sudah ada—dan sudah banyak pula. Saya yakin itu. S a l a m a n l a h . . . .
sumber : kompasiana

Maaf : Ada beberapa kalimat yang admin koreksi di atas, ….agar kita tersenyum sejenak. salam sj & takasima

 

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Cerita (Turi - Turin), Ragam Cerita Operasional. Bookmark the permalink.

2 Responses to KENAPA ORANG KARO TAK BOLEH JADI PILOT?

  1. Basten sinuhaji says:

    Salah itu bos mama tigan, mama iting maksudnya bukan ibunya yg tarigan. Tapi marga nya tarigan, dan 1 lagi bre marga ibunya, kw asal 2 aja kw buat.
    Saya hanya ingin meluruskan kesalahan itu

    • admin1001 says:

      Maaf, t/s Basten Sinuhaji…. yang nulis ini kan bukan orang Karo, jadi pengertian beliau “Mama” itu sama dengan “Tulang” atau semarga dengan saudara laki ibu-nya,… padahal pengertian “Mama” disini ada panggilan “Kekasih atau orang yang disayangi” untuk muda mudi,… artinya seorang wanita memanggil kekasihnya misalnya “Mama Biring” adalah karena kekasihnya bermarga “Sembiring” atau terjemahan nya kira-kira “kekasihku Sembiring yang kusayangi”….karena kekasihnya bermarga “Sembiring”. Sedangkan kaum pria memanggil kekasihnya dengan “Nande” yang artinya “Ibu”, tapi dalam dunia muda/i pengertiannya berbeda, … misalnya “Nande Ginting” artinya panggilan pria kepada kekasihnya karena kekasihnya bermarga Ginting (bapak-nya bermarga Ginting)…yang artinya “Bru (panggilan untuk perempuan) Ginting yang aku sayangi” yang …. kadang-kadang bisa semarga dengan ibunya atau tidak, yang jelas pengertian “Nande” di dunia muda/mudi adalah “Kekasih” bukan ibu.
      Demikianlah, semoga bermanfaat…. yang jelas ide tulisan saudara kita ini yang bukan berasal dari suku Karo membuat kita tersenyum dan dapat menghilangkan setresss walaupun sesaat mungkin. Tapi kita seyogianya mengucapkan banyak terima kasih. Ayo …. apakah masih ada yang lainnya yang membuat kita tersenyummmmmmmmmmmm?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *