BNN: SUMUT PERINGKAT DUA PEREDARAN NARKOBA

Medan, (Analisa). Secara nasional Sumut berada pada peringkat dua setelah DKI Jakarta terkait transaksi, peredaran dan konsumsi narkotika.

Demikian Kepala BNN Provinsi Kombes Pol Rudi Tranggono, S. ST kepada wartawan di sela-sela acara pemusnahan 10,375 kilogram sabu-sabu dan 10,368 kilogram ganja di Mapolresta Medan, Jumat (5/4).

“Ini merupakan data BNN secara tahun 2011 lalu, kita belum tahu pada 2012 terjadi penurunan atau malah peningkatan peredaran narkoba di daerah ini,” ujar Kombes Pol Rudi didampingi Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto, Kasat Res Narkoba Kompol Dony Alexander, SIK, Kanit Idik I AKP Syawal Zufri Siregar dan Kanit Idik II AKP Azuar.

Mengingat tingginya angka peredaran narkoba di daerah ini, pihaknya telah mengajak seluruh elemen secara bekerjasama guna memberantas peredaran narkoba di derah ini.

“Kita telah berkoordinasi dengan Dit Narkoba Poldasu dan Polres sejajaran Poldasu untuk secara serentak melakukan antisipasi, pencegahan, bahkan penindakan sekaligus mensosialisasikan bahaya narkotika ke tengah-tengah masyarakat,” tukas Kepala BNN Provinsi Sumut hal ini sesuai dengan pencapaian strategi nasional terkait pencegahan narkotika dengan harapan tidak terjadi pengembangan peredaran narkotika.

Terkait barang narkotika yang beredar di daerah ini, Kombes Pol Rudi mengutarakan asal barang sebahagian besar dari Malaysia.

Home industri narkoba

“Namun tidak menutup kemungkinan kalau barang haram ini seperti ekstasi dan sabu-sabu juga sudah diproduksi di daerah ini (home industri-red),” tukasnya sembari menyatakan hal inilah yang mau diselidiki dan diungkap secara bersama.

Lebih lanjut, Kepala BNN provinsi Sumut juga mengutarakan selain rangking kedua peredaran narkoba, Sumut juga merupakan gerbang kedua masuknya narkoba ke Indonesia.

Karenanya, menjadi tugas berat BNN dan kepolisian untuk mengantisiapasi dan mencegah masuknya narkoba ke Sumut yang disinyalir masuk dari jalur laut.

Hal ini sesuai dengan geografis Sumut banyak memiliki garis pantai yang luas sehingga sulit dilakukan pengawasan.

Terkait hal itu, pihaknya sudah menempatkan sejumlah personil untuk melakukan pengawasan di sejumlah pantai yang rawan penyeludupan narkoba di antaranya di kawasan Tanjung Balai Karimun, Asahan Teluk Nibung, Belawan dan daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN Provinsi Sumut juga sangat mengapresiasi keberhasilan Sat Res Narkoba yang dipimpin Kompol Dony Alexander telah mengungkap berbagai kasus besar narkotika seperti yang dimusnahkan hari ini.

“Seharusnya keberhasilan ini mendapat reward dari pimpinan Polri,” ujarnya sembari menyatakan dalam mengungkap kasus narkoba bukan hal yang mudah ini sudah dirasakannya sewaktu menjabat sebagai Direktur Narkoba.

Kadang infonya besar tetapi ketika ditindak lanjuti penangkapannya cuma dapat yang kecil.

“Pernah juga sebaliknya infonya kecil ketika dikembangkan malah dapat yang besar,” tandasnya.

Sabu Senilai Rp10 Miliar

Terkait pemusnahan barag-bukti narkoba, Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto mengutakan saat ini pihaknya memusnahkan 10,375 kilogram sabu-sabu senilai Rp 10 miliar lebih dan 10,368 kilogram ganja yang disita dari enam tersangka di mana, lima di antaranya merupakan bandar narkoba.

“Semua tersangka merupakan hasil tangkapan narkoba pada Maret terangkum dalam empat kasus,” jelas AKBP Pranyoto.

Sedangkan Kasat Res Narkoba Kompol Dony Alexander mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah banyak membantu kinerja Sat Res Narkoba di lapangan. Acara pemusnahan narkoba selain disaksikan pihak kejaksaan, BNN juga disaksikan para pemuka agama mitra kamtibnas dan para pelajar. (aru)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>