JALAN TEMBUS LANGKAT-KARO: PERBAIKAN SEKTOR LANGKAT DAN SEKTOR KARO TIDAK SINERGI

Kontan Tarigan . Sungguh tidak diragukan lagi kalau Jalan Tembus Langkat-Karo yang layak sebagai jalan provinsi sangat dinanti-nantikan masyarakat daerah itu. Hal ini bisa dillihat dari pemanfaatan dan kondisi jalan itu. Selain pengendara sepeda motor setiap hari, pada hari-hari tertentu masih saja ada bus penumpang Sinabung Jaya melayani Trayek Telagah (Langkat) – Kaban Jahe (Karo). Padahal, jalan itu sungguh tidak layak dilalui oleh truk sekali pun, apalagi bus penumpang. Saya kira pengusaha Bus Sinabung Jaya itu tidak untung berbisnis di sana tetapi karena ada janji pemerintah untuk memperbaiki jalan itu maka masih saja dengan setia melayani trayek itu.

Pengalam penulis menelusuri jalan itu di awal 2012 dari Telagah ke Kuta Rayat, mulai dari perbatasan Langkat-Karo ke Simpang Seberaya jalan itu yang paling rusak, kira-kira sepanjang 6 km. Pada daerah tertentu di daerah Gunung Timbang hanya mungkin dilalui satu kendaraan saja, tak mungkin berpapasan. Pada umumnya batu-batu bulat muncul ke permukaan di badan jalan. Hanya pada bagian jalan yang dilalui ban yang agak bagus karena ketika bus lewat maka kernet bus berjalan di depan untuk membetulkan lintasan ban sebelum dilewati bus. Kadang-kadang pada titik tertentu para penumpang diturunkan sebentar. Saya sendiri waktu itu lebih memilh jalan kaki saja ketimbang naik sepeda motor.

Sekarang, satu hal yang terlihat adalah tidak adanya sinergi perbaikan jalan antara sektor Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo. Jalan di sektor Kabupaten Karo sudah bagus, sedangkan di sektor Kabupaten Langkat sangat ambur adul, perbedaannya mencolok sekali. Keadaan ini tentu tidak baik, fasilitas jalan yang sudah ada tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimum.

Andaikan jalan itu sudah bagus seperti sektor Kabupaten Karo maka ada alternatif lain bagi pengendara mobil sebagai imbas dari pada longsornya bahu jalan di Doulu yang membuat arus lalu lintas Medan – Berastagi macet total 3 hari ini. Andaikan sektor Langkat sudah bagus, seperti sektor Karo, tentu saja kerugian akibat jalan macet itu bisa ditekan. Hasil-hasil bumi dari Tanah Karo, Aceh Tenggara, dll bisa selamat sampai tujuan. Para turis yang terjebak itu juga tak perlu terjadi begitu lama. Begitu juga turis yang sudah merencanakan wisata ke Berastagi punya alternatif lain. Berapa rupiah bisa diselamatkan dari pemborosan setiap hari libur dan longsor karena macet?
sumber : kompasiana

Satu hal yang patut disayangkan juga, pada musim pemilihan gubernur sumut kali ini, belum ada calon gubernur yang belusukan ke daerah Jalan Tembus Langkat – Karo. Pilihan yang patut dicoblos oleh masayarakat daerah itu adalah calon gubernur yang perhatian dengan jalan itu sebab jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan perekonomian.

Tidak lupa, kepada semua masyarakat yang mempunyai simpati terhadap perbaikan jalan tersebut agar menyuarakan dukungannya dengan cara masing-masing atau bersama-sama. Dukungan itu bisa dilakukan dengan publikasi media, membicarakan masalah ini dengan Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, atau DPR/DPRD kalau memang memungkinkan.Selaku seorang perantau dari daerah itu sangat membutuhkan agar Prof. Selamat Tarigan, dkk terus beraksi agar jalan itu diperbaiki. Sekarang, sinergi pembangunan jalan itu di sektor Karo dan Langkat demi efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sangat dibutuhkan. Selamat berjuang!

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *