KISAH BUS SINABUNG JAYA, DULU DAN KINI

Sudah tahu dengan bus Sinabung Jaya? PO. Sinabung Jaya adalah nama dari perusahaan otobus yang melayani trayek Medan – Tanah Karo dan beberapa daerah lainnya.

Sekilas, jelas akan terlihat biasa saja. Seperti saat kita menggunakan jasa angkutan umum lainnya, tentu tak akan banyak pertanyaan tentang angkutan yang kita tumpangi. Namun, ada sesuatu yang khusus pada Sinabung Jaya. Ternyata, perusahaan otobus Sinabung Jaya memiliki kisah yang panjang dan mengesankan. Berikut rangkuman kisah Sinabung Jaya yang Gobatak sunting dari sinabungjaya.com.

Perusahaan Otobus PO. Sinabung Jaya dirintis oleh Reti Sembiring Gurukinayan yang lahir pada tahun 1904. Beliau memulai cita-citanya untuk memiliki armada bus dengan menjadi kernek bus pada usia yang baru 11 tahun. Dengan kegigihannya, dari yang awalnya tidak mengenal aksara, secara otodidak disela waktu luangnya sebagai kernek akhirnya beliau dapat baca dan tulis. Bahkan, dengan kegigihannya dalam pekerjaan, beliau juga diberi kesempatan oleh supirnya untuk belajar menyetir bus dan mengetahui seluk beluk mesin maupun sistem elektrik serta cara perbaikannya.
bus-sinabung-jaya-03

bus-sinabung-jaya-02
bus-sinabung-jaya

Kemudian pada tahun 1930, setelah 15 tahun menjadi kernek, akhirnya Reti Sembiring Gurukinayan diangkat menjadi supir bus ban mati yang digunakan pada masa itu. Dan pada tahun 1973, dengan hasil tabungannya selama menjadi supir serta dukungan dari keluarga, dibelilah untuk pertam kali truk roda delapan yang selama itu dicita-citakannya. Truk bak terbuka ban mati atau disebut juga “gara takal” (kepala merah), yang diberi nama Sinabun (bukan Sinabung) dengan logo gambar nenas pada lambungnya. Truk yang kemudian diubah menjadi bus peti sabun tersebut dioperasikan untuk mengangkut penumpang maupun barang di daerah Gurukinayan dan sekitarnya yaitu Berastagi, Kabanjahe dan Tiga Nderket.

Pada tahun 1947, setelah memiliki beberapa unit bus, terjadi agresi militer kedua oleh Belanda yang menyebabkan sebagian besar penduduk yang tinggal di dataran tinggi Karo terpaksa mengungsi ke hutan, sebagian diantaranya mengungsi ke daerah Aceh Tenggara. Maka dengan terpaksa juga mobil bus peti sabun yang sudah mereka miliki dijual pada bulan Nopember 1947, sebelum ikut mengungsi ke hutan juga. Sedangkan mobil truk chasiss “dipinjam” oleh pihak Belanda untuk mendukung agresi mereka ke daerah Kotacane dan sekitarnya yang dikemudikan oleh Tabas Surbakti (kemenakan Reti Semibiring Gurukinayan), yang kemudian karena merasa terancam jiwanya di daerah operasi Belanda di Aceh Tenggara (Kotacane), beliau meninggalkan truk tersebut di “Gunung Setan” sekitar Kotacane, yang akhirnya hilang tidak berbekas.

Pada tahun 1948, setelah pulang dari pengungsian, Reti Sembiring Gurukinayan membuka kedai kopi disamping menjual hidangan lainnya. Sambil membuka kedai kopi di Gurukinayan pada tahun 1948, Reti Sembiring Gurukinayan bekerjasama dengan saudaranya Negeri Sembiring Gurukinayan dan Batak Bangun membeli 1 unit truk, dan beberapa waktu kemudian menambah 2 unit yang dipergunakan untuk mengangkut barang sampai ke Pematang Siantar.

Pada tahun 1950 beliau bergabung dengan perusahaan armada bus PMG (Perusahaan Motor Gunung). Bus tahun 1950 yang beliau punya masuk armada PO. PMG (Perusahaan Motor Gunung) BK. 44980 nomor lambung 36 dengan trayek “Gurukinayan Pekan-Pekan”.

Barulah pada 1 April 1961, dengan memanfaatkan kemudahaan yang diberikan pemerintah pada saat itu bagi perorangan untuk membentuk usaha angkutan, PO. Sinabung Jaya resmi berdiri. Dengan 6 unit armada, Po. Sinabung Jaya menggunakan logo “gambar Gunung Sinabung”, yang posisinya dilihat dari kampung  Beganding seberang gunung tersebut, atau kira-kira 5 kilometer sebelum mencapai kampung Gurukinayan. Sedangkan untuk warna cat body lebih dominan berwarna hijau daun sesuai dengan alam pegunungan Kabupaten Karo yang serba hijau, dan sebagian bagian depan/ kap busnya diberi warna biru laut yang menggambarkan udara yang sejuk, segar  dan  bersih.

Bagian samping body kanan dan kiri diberi garis/ list dari bagian depan (dibawah jendela terdepan) sampai kebagian jendela paling belakang selebar 10 cm berwarna kuning, yang berarti pengemudinya harus selalu waspada dan hati-hati dalam menjalankan bus sehingga tidak akan mengancam keselamatan penumpangnya. Kemudian list warna kuning tersebut dijepit list berwarna  merah  pada  bagian  atas dan berwarna putih pada bagian bawah sama dengan bendera negara kita Merah Putih, gagah dan berani, sedangkan untuk merk dan nomor lambung berwarna putih dan list merah.

Akan tetapi pada tanggal 21 September 1964, hampir 3 (tiga) tahun setelah beliau mendirikan PO. Sinabung Jaya pada usianya yang ke 60 tahun, hari Sabtu jam 06.15 pagi Reti Sembiring Gurukinayan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa di rumahnya di Gang Usaha Tani, jl. Veteran Brastagi tempat tinggalnya bersama keluarga yang sekaligus sebagai kantor perusahaan otobusnya PO. Sinabung Jaya. Dan hingga saat ini perusahaan otobus PO. Sinabung Jaya masih diteruskan oleh keluarga Reti Sembiring Gurukinayan.
sumber : http://www.gobatak.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Momo Man Banta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *