PEMBAKARAN MAPOLRES OKU OLEH ANGGOTA TNI DIPICU PEMBUNUHAN

[JAKARTA] Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul membenarkan adanya aksi pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (Oku) Sumatera Selatan oleh anggota TNI.

Pihaknya, telah menerima laporan tersebut. Pembakaran, disebabkan pembunuhan atas anggota Batalyon Armed 15 Praptu Oktavianus sekitar dua bulan yang lalu.

“Jadi ini disebabkan masalah lama yaitu, meninggalnya anggota Batalyon Yon Armed 15 Praptu Heru Oktavianus yang ditembak oleh Brigadir Wijaya sekitar 40 hari yang lalu karena masalah lalu lintas,” kata Iskandar, kepada SP, di Jakarta, Kamis (7/3).

Pasca wafatnya Praptu Heru, personel TNI lainnya menggelar aksi damai untuk mempertanyakan tindak lanjut proses hukum Mapolres terhadap Brigadir Wijaya. Namun, aksi damai tersebut terkesan tidak digubris oleh Mapolres.

“Aksi damai itu untuk mempertanyakan perkembangan kasus hukum namun mungkin, kurang mesra dialog nya maka terjadi kejadian ini, kejadiannya pukul 8:25 WIB,” jelasnya.

Dikatakan, anggota batalyon yang terlibat aksi pembakaran sudah ditarik oleh Kepala Batalyon ke satuan masing-masing. Pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada anggota yang terbukti melakukan tindakan diluar kepatutan dan kewajaran.

“Pasti dijatuhkan sanksi kalau diluar kepatutan dan kewajaran,” ujarnya.

Selain itu, Kapuspen TNI meyakini, kejadian ini tidak mengganggu kordinasi antara Panglima TNI dengan Kapolri.

“Selalu berkordinasi, saya yakinkan itu. Tinggal level bawah menjabarkan kebijakan-kebijakan antar kedua belah pihak,” katanya. (E-11)
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *