ANGKOT TEROBOS LAMPU MERAH AKAN DITAHAN

MEDAN (Waspada): Sat Lantas Polresta Medan akan menindak sopir angkot  sekaligus menahan mobilnya yang menerobos lampu merah (trafficlight) di  persimpangan jalan.

Tindakan tersebut sebagai shock therapy kepada para sopir angkot agar tidak  berprilaku ugalugalan saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya  sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Selama ini sering terlihat sopir angkot yang ugalugalan dan menerobos lampu  merah sehingga membahayakan orang lain. Sopir angkot yang menerobos  lampu merah akan ditindak tegas dan bila perlu angkotnya ditahan,” kata  Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario, Senin (4/3), terkait aksi  sopir angkot yang ugalugalan di jalan raya.

Menurut Risya, selain menahan angkotnya, sopir tersebut akan diberikan surat  tilang. Bila sopir angkot tidak jera juga dan berkalikali melakukan kesalahan  menerobos lampu merah, maka surat izin mengemudi (SIM) sopir tersebut akan  disita, setelah terlebih dahulu diajukan ke pengadilan.

“Setelah disidang, maka SIM sopir tersebut akan segera dicabut atau digunting  SIMnya sebagai pertanda telah melakukan pelanggaran lalulintas berkalikali,”  ujarnya.

Kata dia, tindakan tegas tersebut, selain akan membuat efek jera juga bertujuan  untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas sekaligus menciptakan  ketertiban dan kelancaran berlalulintas di jalan raya. “Perilaku sopir yang  ugalugalan, selain dapat menimbulkan lakalantas juga akan akan  membahayakan orang lain yang berada di jalan raya,” ujarnya.

Personel Sat Lantas Polresta Medan, juga akan menindak para sopir angkot yang  berhenti menaikkan/menurunkan penumpang secara sembarangan, apalagi di  lokasi larangan berhenti. “Sebab, selama ini sering terlihat angkot yang  menaikkan/menurunkan penumpang sembarangan di lokasi larangan berhenti,  apalagi di persimpangan jalan raya,” sebutnya.

Kasat Lantas mengimbau agar sopirsopir angkot tetap mematuhi peraturan  berlalulintas di jalan raya dan lebih memperhatikan keselamatan penumpang  daripada mengejar setoran. “Hindari kebutankebutan sesama sopir angkot dan  patuhi peraturan berlalulintas di jalan raya,” tutur Risya seraya menambahkan  sudah banyak angkot yang ditahan karena terlibat kecelakaan berlalulintas di  jalan raya.

Terus Diburon

Dalam kesempatan itu, Kompol Risya menjelaskan, pihaknya masih terus  memburon sopir angkot KPUM BK 1641 DB yang menabrak sepedamotor Spin  BK 5199 CO di Jalan Pasar V, Desa Medan Estate, Kec. Percut Seituan, pada  awal Januari 2013 lalu, sehingga pengendaranya bernama Azmi Nasution, 29,  warga Jln. Dahlia Raya Gang Abadi, Kec. Medan Helvetia, meninggal dunia.

“Sopir angkot yang menabrak pelaku sudah diketahui identitasnya, namun  setelah dikirim surat panggilan, ternyata sopir angkot tersebut tidak berada di  alamat rumah yang dimaksud. Sopir tersebut masih dicari keberadaannya,”  katanya.

Menurut Risya, tim yang bertugas untuk memburu sopir tersebut sudah  diterjunkan untuk melacak sekaligus menangkap sopir tersebut. “Kami  mengimbau agar sopir angkot tersebut segera menyerahkan diri dan  bertanggungjawab atas perbuatannya,” ujarnya seraya mengharapkan agar  pengurus KPUM Medan turut membantu petugas untuk memberitahu di mana  keberadaan sopir angkot yang tidak bertanggungjawab itu. (h04)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *