TAPANULI TETAP JADI DAERAH TERTINGGAL DI SUMATERA UTARA

Catatan : Rikson Tanjung (Wartawan andalas di Tobasa)

Sudah 67 tahun Bangsa Indonesia merdeka, Gubernur Sumut pun sudah silih berganti. Namun, daerah Tapanuli sepertinya masih jauh dari kemajuan di berbagai bidang.

Padahal, di Tapanuli terbentang satu danau yang sangat indah dengan hawa yang sejuk diapit gunung dan sungai, Danau Toba yang dikelilingi beberapa kabupaten, seperti Simalungun, Tanah Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbahas, dan Samosir.

Diberitakan, Danau Toba akan menjadi obyek wisata yang tak kalah dengan Bali. Anggaran untuk pembangunan infrastruktur dari Pusat dan Pemprovsu sudah tersedia. Namun kenyataannya, jalan lintas Sumatera (Jalinsum), tetap terabaikan.

Coba lihat jalan lewat jembatan Sisera-sera Desa Girsang Kecamatan Parapat. Sebelah kanan telah longsor dan sebagian badan jalan terbawa ke jurang, mulai dari Lumban Julu badan jalan berlobang, di Porsea jalan rusak parah.

Setiap mobil yang melintas ke Balige Siantar harus ekstra hati-hati dan semua masyarakat sudah menyaksikan jalan berlobang yang dalamnya hampir 0,5 meter.

Perlu diketahui, kerusakan jalan ini menurut masyarakat Kota Porsea, B Simajuntak, kerusakan jalan sudah cukup lama tak pernah mendapat perhatian Pemkab Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah.

Sebenarnya hal ini bisa dilaporkan ke Kadis Bina Marga Provinsi Sumatera Utara. Di Siantar Narumonda Desa Parparean juga rusak parah dan kedalamannya pun tak tanggung-tanggung.

Marimbun Marpaung mengatakan, Gubsu tak mungkin memberi perhatian untuk perbaikan jalan ini, karena kesibukan kampanye demi mencari dukungan rakyat untuk memenangkan dirinya.

Sementara, Ruben Gurning, warga Siantar Narumonda dengan lantang menyerukan kepada seluruh masyarakat Tapanuli, termasuk yang berada di perantauan Sumatera Utara, agar berpikir sejujurnya dan ingat semboyan nenek moyang, Arga do Bona ni Pinasa (jangan lupa tanah kelahiranmu atau kelahiran nenek moyangmu).

Karenanya, pilihlah cagubsu yang memberi perhatian dan mau membangun tanah leluhur dan peduliĀ  kesejahteraan rakyat yang bermukim di Bona Pasogit. Jangan pandang suku dan agamanya, tetapi lihatlah kepribadian, pola pikir, kesantunan, dan yang berjiwa nasionalis.

Jangan lupa sejarah Tapanuli, peta kemiskinan daerah yang tinggal atau sengaja ditinggalkan atau dilupakan oknum pejabat.

67 tahun Indonesia merdeka yang sebenarnya sudah cukup dewasa tetapi hasil kenyataan daerah Tapanuli tetap tertinggal. Namun kalau diolah dengan baik, bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan rakyat pun pasti meningkat. Karenanya, mari kita pilih cagubsu yang siap jadi pelayan bagi rakyat Sumatera Utara.(**)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *