PEMBERIAN NUTRISI TEKAN RISIKO PENYAKIT PADA TERNAK

MedanBisnis – Medan. Direktur Teknik PT Komposindo Granular Arendi, Sigit Agus Gunawan, menegaskan, syarat penting yang harus dipenuhi dalam beternak adalah kesehatan. Pemberian nutrisi bisa menghindarkan risiko serangan penyakit ataupun hambatan pertumbuhan lainnya.
“Kesehatan hewan ternak merupaka faktor utama untuk menunjang keberhasilan dalam usaha peternakan,” katanya kepada MedanBisnis, Senin (18/2) di ruang Dh Penny Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, di Medan.

Dikatakannya, sejak 2005 lalu, pihaknya sudah berhasil meencipatakan formula yang berfungsi sebagai nutrisi bagi hewan ternak, yakni Probio 12. Nutrisi berbentuk cair tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pencernaan ternak dalam menyerap fosfor yang berasal dari bahan pakan.

Sehingga kadar unsur tersebut akan terkandung cukup di dalam darah. “Dengan cukupnya kadar fosfor dan kalsium dalam darah ternak tersebut maka nafsu makan akan meningkat. Pada sapi perah dapat meningkatkan produksi susu,” katanya.

Selain itu, penggunaan nutrisi tersebut, mampu menghasilkan enzim selulose dan hemiselulose yang dapat mengoksidasi isi sel dan dinding sel tanaman pakan. Sehingga pencernaan ternak mampu dengan mudah dan cepat mencerna serat kasar bahan pakan yang biasanya tidak mudah dicerna sehingga keluar bersama kotoran. Dengan begitu, volume kotoran menjadi berkurang.

Dijelaskan Sigit, laju degradasi dan fermentasi bahan pakan sehingga efisiensi volume pakan juga meningkat. Tidak itu saja, nutrisi tersebut  juga mencegah kegagalan fungsi sel telur dan meningkatkan kesuburan serta membuat teratur siklus birahinya.

“Pada saluran pencernaan unggas, dapat mengurangi produksi ammonia yang bisa menghambat laju pertumbuhan, karena fungsinya membunuh kuman-kuman patogen pada saluran pencernaan,” katanya.

Dari pemberian nutrisi tersebut, dampak yang bisa dilihat dengan mudah adalah pada bulu sapi atau kambing mengkilap layaknya hewan ternak yang sehat. “Untuk sapi/kambing muda, cukup dengan ukuran tutup botol dicampurkan dengan 10 liter air diberikan pada minuman dan makannya setiap hari. Sementara untuk kambing, sapi dan unggas dewasa, 1 tutup botol dicampurkan dengan 1 liter air,” ujar Sigit. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *