KPPU TELUSURI PERSEKONGKOLAN TENDER ALAT PERAGA DISDIK TAPSEL

MedanBisnis – Medan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri adanya dugaan pelanggaran Pasal 22 UU No 5 Tahun 1999 terkait tender pengadaan barang cetakan dan alat peraga di Dinas Pendikan (Disdik) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut Tahun Anggaran 2011.
Pihak KPPU mencurigai adanya dugaan persengkokolan antara panitia tender dengan PT Maju Medan Cipta, CV Budi Utomo dan CV Padang Mas dalam pengadaan buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan di Dinas Pendidikan Tapsel pada 2011 lalu.

Hal tersebut terungkap dalam sidang kedua dengan agenda pemeriksaan pendahuluan perkara di Ruang Pemerikasaan KPPU Medan yang dihadiri tiga kuasa hukum dari masing-masing terlapor kedua, ketiga dan keempat, Senin (18/2).

Panitia tender selaku terlapor pertama dalam kasus ini tak hadir dalam sidang yang dipimpin Kamser Lumbanradja selaku Majelis Komisi yang didampingi anggota majelis Sukarmi dan Chandra Setiawan.

Dalam pembacaan Laporan Dugaan Pelangaran (LDP) oleh tim investigator, keempat terlapor tersebut diduga melakukan persengkokolan vertikal dan horizontal. Dalam penjelasannya seusai sidang, Kamser mengatakan, persengkokolan vertikal dalam kasus ini bisa saja terjadi antara panitia tender dengan pengusaha yang mengadakan barang tersebut.

“Sedangkan persengkokolan horizontal kami menduga terjadi antara pengusaha yang menang tender karena ada kesamaan barang (berupa buku-red) dan spesifikasi lainnya,” katanya.

Keempat terlapor tersebut, jika terbukti bersalah akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku di KPPU, mulai dari sanksi administrasi hingga merekomendasikan kasus tersebut kepada kepolisian atau kejaksaan jika ditemui unsur pidana.

Tiga kuasa hukum dari PT Maju Medan Cipta, CV Budi Utomo dan CV Padang Mas yang hadir dalam sidang tersebut meminta waktu kepada KPPU untuk mendalami masalah ini lebih dalam hingga sepekan ke depan.

“Kami minta waktu untuk mendalami masalah ini karena kuasa baru kami dapat tadi malam,” kata Yenzarmon selaku kuasa hukum dari CV Budi Utomo.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar pendapat atau klarifikasi dari masing-masing terlapor serta menghadirkan sejumlah saksi-saksi. (daniel pekuwali)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *