DUPONT LUNCURKAN BENIH JAGUNG VARIETAS P27 GAJAH

MedanBisnis – Simalungun. Produsen benih jagung hibrida, PT DuPont Indonesia, kembali meluncurkan produk terbaru benih hibrida jagung di Kabupaten Simalungun. Peluncuran varietas P27 Gajah itu dilaksanakan dengan panen perdana yang diselenggarakan di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Senin (17/2).
Manajer Area Sumut PT DuPont Indonesia, Swandi Purba, menyatakan varietas P27 Gajah ini hanya diproyeksikan untuk lahan pertanian yang berada di dataran rendah. Di Kabupaten Simalungun bawah yang merupakan daerah dataran rendah, P27 Gajah memiliki produktivitas bagus.

Dengan tata cara bercocok tanam ideal, kata Swandi, pihaknya memastikan produksi P27 Gajah bisa mencapai 11 ton per hektare jagung pipil kering. “Keunggulan lain dari varietas ini, tanaman jagung akan tumbuh seragam dan memiliki perakaran yang kokoh. Dengan perakaran yang baik, tanaman akan mendapat suplai makanan yang maksimal sehingga mampu menciptakan hasil yang tinggi,” jelasnya.

Keunggulan lainnya, kata Swandi, P27 Gajah bisa diandalkan sebagai benih pada tanah yang tidak subur serta tanaman yang dihasilkan tahan terhadap berbagai penyakit tanaman jagung yang sering menjadi keluhan petani jagung seperti bulai, karat dan busuk tongkol.

Begitupun, kata Swandi, dalam bercocok tanam, petani tetap diharapkan cerdas khususnya menyangkut pengairan serta pemupukan berimbang. “Petugas DuPont siap membantu petani di Simalungun jika mempunyai masalah dalam bercocok tanam jagung,” jelasnya.

Sebelumnya, Agronomis PT DuPont, Jamerson Saragih, menjelaskan peluncuran varietas P27 Gajah ini ditandai dengan pengenalan tanaman jagung siap panen  asal benih varietas P27 Gajah kepada ratusan petani yang berasal dari Kecamatan Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Hatonduhan dan Jawa Maraja Bah Jambi.

Pengenalan demplot ini direncanakan selama dua hari. Para petani diajak secara dekat melihat langsung pertanaman jagung agar bisa menyaksikan keunggulan P27 Gajah.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Pertanakan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4 dan KP) Pemkab Simalungun, Pardomuan Sijabat mengatakan jagung merupakan salah satu komoditas andalan di Kabupaten Simalungun. Karena itu petani diharapkan terus mengupayakan teknik bercocok tanam yang baik sesuai tuntutan teknologi agar produktivitas tetap tinggi.

Diingatkannya, dalam bercocok tanam jagung petani harus cermat dalam beberapa hal seperti pengairan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan, jika bermasalah dalam pengairan bisa mengurangi 30%  produksi tanaman jagung. Dikatakannya, permintaan pasar jagung selalu menjanjikan mengingat dewasa ini jagung sudah primadona untuk kebutuhan pangan (food), ternak (feed) dan bahan bakar (fuel). (jannes silaban)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *