ULAMA MESIR SEBUT PERKOSA DEMONSTRAN WANITA ‘HALAL’

REPUBLIKA.CO.ID, — Seorang ulama Mesir mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Ia dianggap melakukan penghinaan terhadap wanita dan penodaan agama.

Ia adalah Ahmad Mahmoud Abdullah atau dikenal sebagai Abu Islam, pemilik dari salah satu televisi swasta Mesir, “al-Ummah”.

Pernyataan kontroversialnya dikemukakan dalam salah satu acara televisi miliknya. Abdullah mengatakan aktivis perempuan dan mereka yang ikut berdemonstrasi di Lapangan Tahris, Ibu Kota Kairo layak diperkosa.

Ia juga menyebut bahwa mereka (wanita yang berdemo) “Tentara Salib” yang “tidak memiliki rasa malu”, “takut” bahkan tidak memiliki sifat feminim.

Abu Islam juga mengatakan Hari Valentine bagi orang kristen adalah perayaan untuk perzinahan dan prostitusi.

Pernyataan ini kemudian menimbulkan berbagai kecaman. Seorang aktivis kristen koptik, Nagib Gibrail langsung melaporkan Abullah ke kepolisian Mesir. Ia mengatakan Abu Islam telah menghina agama kristen.

Pemerintah Mesir kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan, Ahad kemarin, dikutip dari al-arabiya, Senin (18/2).

Sebelumnya Abu Islam pernah diadili karena merobek Alkitab saat melakukan protes terhadap film Anti-Islam di luar kedutaan Amerika di Kairo bulan September lalu.
sumber : republika

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *