KAMPANYEKAN GEMAR BERSEPEDA

Komunitas Ontel Jelajahi Kota Tebingtinggi

KOMUNITAS sepeda ontel (ontelis) gabungan se-Sumatera Utara bersama Serikat Penggemar Kereta Angin Tua Tebingtinggi (Sepakat) jelajahi Kota Tebingtinggi. Sebanyak 100 ontelis dari gabungan Kota Tebingtinggi, Kota Medan, Rantauparapat, Kisaran, Indrapura, Serdang Bedagai, Tanjunggading melakukan road mengelilingi Kota Tebingtinggi mulai Jalan Pahlawan, Sudirman, Yos Sudarso, Ir H Juanda, AMD, Jalan Gatot Subroto dan berkumpul di Lapangan Golf milik Perkebunan PTPN 4 Kebun Pabatu, Minggu (17/2).

“Kegiatan ini untuk mengkampanyekan gerakan tidak malu bersepeda di Kota Tebingtinggi, selain itu, kita juga merasa sehat serta mengirit kantong karena tidak menggunakan bahan bakar minyak tetapi menggunakan tenaga untuk mengayuh kereta angin,” jelas Ketua Sepakat Junaidi Pasaribu didampingi Pembina Ucok Ontel.

Masih menurut Junaidi, masyarakat Kota Tebingtinggi melupakan sepeda ontel yang mempunyai nilai sejarah. Sepakat dalam rangka kegiatan ini ingin menjalin silatuhrami  sesama ontelis se Sumatera Utara. “Kita juga mengkampayekan bahaya polusi udara yang ditimbulkan dari asap kendaraan, prinsipnya kita mendukung gerakan Pemerintah Kota Tebingtinggi dalam menuju Go Green,” bilangnya.

Sebelumnya gabungan ontelis juga menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana komunitas ontel melakukan doa munajat kepada Allah SWT agar pelaksanaan Pilgubsu ke depan di Sumatera Utara bisa berjalan aman dan tertib dan siapapun yang terpilih menjadi orang nomor satu di Sumut nantinya bisa mendukung kegiatan ontel ke depan.

Sementara pembina Ontel Sepakat, Agus Musliam alias Ucok Ontel mengungkapkan bahwa Sepakat telah berdiri sejak tahun 13 tahun lalu, berbagai kegiatan bhakti sosial telah dilaksanakan.

Sementara ontelis lainnya, Lala (23), putri dari mantan Wakapolres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat MHum sengaja datang jauh-jauh dari Kota Medan ke Kota Tebingtinggi untuk mengikuti jelajah ontelis Tebingtinggi, Lala, menganggap dengan bersepeda ontel memiliki kebanggaan tersendiri.
“Saya bangga dapat menghargai sejarah kita dengan bersepeda ontel, selain itu wawasan saya menjadi luas  dan teman menjadi ban yak,” kata Lala.
Lala mengajak kalangan remaja untuk membudayakan bersepeda. “Karena dengan bersepeda kita jadi sehat dan pencemaran udara berkurang,” katanya. (ian)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *