RICUH, DEMO DI KANTOR BUPATI PADANG LAWAS

Sibuhuan-andalas Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa mengatasnamakan GMRI (Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia) Kabupaten Padang Lawas secara bergantian dengan Ikatan Mahasiswa Padang Lawas (IMA Palas), di depan Kantor Bupati Palas, kemarin, berlangsung ricuh.

Sejak Kabupaten Padang Lawas dimekarkan dari kabupaten induknya, sejak itu pula harapan masyarakat terhadap kesejahteraan, pembangunan imprastruktur, peningkatan mutu pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Seperti, luhurnya cita-cita dan pahitnya perjuangan pemekaran. Namun, dari tahun ke tahun harapan besar akan kesejahteraan, pelan-pelan sudah mulai sirna.

Rakyat mulai prihatin terhadap kinerja Pemkab Padang Lawas. Kekecewaan, ketidakpercayaan, rasa benci mulai meruyak di hati rakyat, namun Pemkab tidak peduli dengan keprihatinan masyarakat.

Tuntutan mahasiswa GMRI Palas, yakni Bupati Palas harus melepaskan masyarakat yang ditahan di Polres Tapsel dalam sengketa PT SSL. Bupati diminta mengusir PT SSL dan PT SRL dari bumi Padang Lawas. “Bupati harus dapat mengembalikan hutan lindung dan melestarikannya seperti semula,” kata Koordinator Aksi GMR, Amril Rangkuti.

Sementara itu, unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa IMA Palas dikoordinatori Ahmad Budi Hasibuan,  membawa keranda mayat dengan simbol telah matinya Pemerintahan Padang Lawas di tangan Ali Sutan Harahap atau TSO.

Aksi demo diwarnai kericuhan antara IMA Palas dan pihak keamanan, diawali dengan terjadinya aksi dorong puluhan mahasiswa terhadap Satpol PP, karena mahasiswa memaksakan diri menemui bupati.

Tuntutan IMA Palas, Bupati TSO harus bertanggung jawab sepenuhnya di hadapan hukum, terkait bobroknya pemerintahan dan merajalelanya korupsi, nepotisme, dan kolusi di lingkungan Pemkab Palas, serta minta, agar Kadis Pendidikan dan Kehutanan, dicopot.(mep)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *