LAGI, BANJIR DAN LONGSOR LANDA MADINA

Ribuan Warga Mengungsi

Panyabungan-andalas Bencana banjir dan longsor kembali kelanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Setelah sebelumnya dilanda banjir bandang, kini banjir dan longsor melanda permukiman warga.

Banjir terjadi di Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Kotanopan. Sementara longsor terjadi di Kecamatan Tambangan dan sebagian di wilayah Kecamatan Kota Nopan. Hingga Jumat (15/2) tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Di Kecamatan Panyabungan, banjir merata terjadi di delapan desa. Banjir itu bersumber dari Sungai Rantopuran yang meluap pada Kamis (14/2) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal Risfan Hutasuhut menyatakan saat ini air sudah surut, tetapi warga masih belum berani pulang.

“Ada 200 keluarga yang masih mengungsi karena takut banjir datang lagi. Kita siapkan kebutuhan mereka di pengungsian,” kata Risfan Hutasuhut kepada wartawan, Jumat sore.

Sementara luapan Sungai Batang Gadis di Kecamatan Kota Nopan juga menyebabkan kawasan permukiman, terutama lahan pertanian terendam banjir. Ada beberapa desa yang terkena bencana ini. Antara lain Desa Huta Dangka, Tamiang, Muara Siambak, Muara Pungkut, Saba Dolok, serta Singengu Jae dan Desa Singengu Julu.

Sedangkan di Kecamatan Tambangan, longsor menimbun badan jalan. Material tanah yang tersebar di beberapa titik, mengganggu arus lalu lintas jalan kabupaten yang menghubungkan antardesa dan antarkecamatan. Selain itu ada juga badan jalan yang amblas, sehingga roda dua juga sulit lewat seperti di Desa Simandolam, Kecamatan Kota Nopan.

Menurut Risfan, pemerintah kabupaten melalui unit kerjanya sedang berupaya mengatasi masalah yang timbul akibat bencana tersebut. BPBD juga tengah menangani bencana di Desa Humbang I, Kecamatan Naga Juang yang dilanda banjir bandang pada Rabu (13/2) malam. Tiga orang tewas dalam kejadian tersebut, dan beberapa rumah rusak.

Sementara itu menurut keterangan  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho Jumat (15/2) di Jakarta, beberapa derah yang terkena banjir bandang di Kecamatan Panyabungan,  Desa Gunung Manaon, Desa Pagaran Tonga, Desa Saba Jambu, Desa Manyabar Jae, Desa Manyabar, Desa Gunung Tua Jae, Desa Lumban Pasir, Desa Sopo Batu.

Akibat banjir bandang ini sekitar 4.819 jiwa penduduk  mengungsi, sejumlah rumah dan fasilitas umum rusak total. Begitu juga dengan jalan penghubung sepanjang 5 kilometer, jembatan gantung Desa Gunung Tua Jae rusak total, sekolah dan madrasah sebanyak empat ruang rusak total. Sementara kerusakan sarana dan prasarana lainnya masih dalam pendataan.

Akibat bencana banjir dibutuhkan segera pemenuhan kebutuhan dasar sarana air bersih perbaikan/pembersihan wilayah permukiman, pengerukan badan Sungai Aek Ranto Puran dan
tempat hunian sementara.

Listrik mati mulai tanggal 14 sangat mengganggu arus komunikasi. Sampai dengan laporan singkat ini dibuat, hujan masih terus datang dan cuaca masih tidak mendukung.

Tim BPBD terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan, karena menurut informasi dari masyarakat terjadi longsor juga di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Tambangan.(bbs/gus)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *