KOK YONG BANDAR SAMKWAN DIBURU

Medan-andalas Kui Yong, pemilik Kafe Sempurna, masuk dalam daftar buruan petugas Unit VC Subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut. Pria yang akrab disapa Kok Yong itu diburu karena terlibat dalam praktik perjudian dadu putar (samkwan) di Villa Bukit Indah I/3 Brastagi, Kabupaten Karo, yang digerebek petugas, Senin (11/2) dini hari lalu.

Berdasarkan hasil penyidikan, Kok Yong merupakan bandar judi di lokasi yang baru beroperasi dua hari itu. Kok Yong juga disebut-sebut sebagai penyewa villa lokasi perjudian tersebut.

“Benar, sampai saat ini kami terus mengejarnya. Dia merupakan bandarnya dan dia yang menyewa tempat itu,” terang Kanit VC Poldasu Kompol Saptono SIK SH MH kepada wartawan, Kamis (14/2) siang.

Dikatakannya, rumah dan kafe milik Kok Yong telah mereka sambangi beberapa kali. Namun, tidak berhasil menemukannya. “Sudah, sudah ke rumahnya. Kafe-nya pun sudah kami datangi, tapi dia tidak ada,” sebut mantan Kapolsek Medan Baru itu.

Hingga saat ini, katanya, tim yang dibentuk masih terus bekerja mencari dan menangkap pemilik kafe yang beberapa kali kafenya digerebek karena diduga menyediakan tarian striptis itu.

Disinggung mengenai penanganan terhadap 20 pemain yang ditangkap dalam penggerebekan itu, Saptono mengaku pihaknya masih  terus melakukan pemeriksaan guna melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). “Masih terus kita periksa,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas Unit Judi Subdit III Ditreskrimum Poldasu menggerebek lokasi arena judi samkwan di Villa Bukit Indah I/3 Berastagi, Senin (11/2) dini hari lalu.

Dua ceker (tukang goncang) dan 18 pemain berhasil diringkus. Selain itu, barang bukti berupa 25 mata dadu, 2 lapak dadu, 1 mangkok, 2 set kartu joker, 15 lembar kartu domino, dan uang tunai senilai Rp3.023.000 turut diamankan sebagai barang bukti. Namun, Kok Yong, yang berperan sebagai bandar berhasil melarikan diri.

Menurut Saptono, aktivitas ilegal yang dilakukan para pelaku telah berlangsung selama sebulan belakangan ini. Namun, mereka kerap berpindah-pindah lokasi dan di lokasi tersebut baru beroperasi selama dua hari.

“Selalu berpindah-pindah. Di sana, mereka baru buka selama dua hari ini,” sebutnya seraya mengaku omzet perjudian itu mencapai puluhan juta rupiah per harinya.

Adapun ke-20 tersangka, masing-masing Tjin Hoat alias A Huat dan Kai Guan alias A Guan yang berperan sebagai ceker. Kemudian Girwin Gotawa alias Win Win, Tjai Sang alias A Seng, Toni Haris Tan alias A Guan, Masna Suidi, Tek Huat alias Jimmy, Kaai I, Mui Hong, Suwani, Jensen, Goik Cin alias  A Cin, Erwin, Haryanto alias Anto, A Tiam alias Husen, Suandi alias A Pin, Fang Lai, Jen Liek alias A Lek, seluruhnya berperan sebagai pemain.(THA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *