TERNAK BERKELIARAN DI TPA TERJUN

BELAWAN (Waspada): Wali Kota Medan Rahudman Harahap marahmarah saat meninjau Tempat Penampungan Akhir (TPA) Terjun, Kamis (14/2). Pasalnya, Rahudman melihat banyak ternak milik warga berkeliaran lokasi itu.

“Kambing siapa ini? Kenapa bisa berkeliaran? Padahal kita sudah punya Perda yang melarang ternak kaki empat. Apalagi air liur kambing ini tajam dan bisa mematikan tanaman,” kata Rahudman.

Ditanya seperti itu, Kadis Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar dan Camat Medan Marelan Dedi Harahap terlihat gugup. Mereka berusaha senyum sambil mengatakan, “Siap pak!”

Namun jawaban kedua pejabat Pemko Medan itu tidak memuaskan Rahudman. “Kalian jangan senyumsenyum saja. Besok aku tidak mau melihat ini lagi. Apalagi tim penilai Adipura mau kemari,” ujar Rahudman.

Pada kesempatan itu, Rahudman meminta Kadis PU Kota Medan Gunawan segera menyelesaikan akses jalan menuju TPA dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penilaian Adipura. “Segera kau rapikan jalan ini dan timbun semua pinggir TPA agar terlihat indah. Kemudian pajangkan semua foto kegiatan pemanfaatan sampah agar tim penilai cepat paham tentang TPA Terjun ini,” ujarnya.

Rahudman juga marah saat melihat satu pergudangan dan penjemuaran bulu ayam di sekitar TPA Terjun. Orang nomor satu di Kota Medan itu segera memerintahkan Camat Medan Marelan megundang pemilik gudang untuk bertemu dia di Kantor Kota. “Kok bisa dia di situ dan segera undang dia untuk bertemu aku,” tuturnya kepada Camat Medan Marelan Dedi Harahap.

Kunjungan Rahudman itu, selain ingin melihat sejauhmana langkahlangkah yang telah dilakukan PT Agro Mulyo Abadi selaku pihak yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), juga ingin TPA seluas 13 hektar itu ditata dengan baik sehingga kesannya tidak kumuh dan kurang tertata.

Budiman dari PT Agro Mulyo Abadi yang ditemui di lokasi menjelaskan kepada Wali Kota, pihaknya saat ini sedang melakukan finalisasi untuk studi karakterisasi sampah. Hal itu untuk mengetahui berapa persen kandungan sampah organik maupun non organiknya. Walaupun persen kandungan sampah organiknya sudah diketahui, namun harus diurai lebih detail lagi guna mengetahui berapa persen sisa makanan, kulit buah maupun yang lainnya.

Setelah mendapat penjelasan itu, Wali Kota beserta rombongan dengan berjalan kaki  lebih kurang 500 meter dan berhenti di lokasi yang banyak terdapat kolam. Rencananya, kolam itu akan ditimbun dan diratakan pihak PT Agro Mulyo Abadi untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat finalisasi studi karateristik sampah.

Dengan begitu truk sampah yang datang tidak lagi membuang sampah di lokasi yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah tetapi di lahan yang telah diratakan tersebut.

“Di sinilah dilakukan pemilihan sampah organik dan an organik. Jadi semua sampah yang dibawa truk habis dan dikelola dengan baik. Cuma saja ada sampahsampah yang khusus dijadikan sebagai bahan bakar sampah. Jadi Senin ini rencananya alatalat sudah masuk. Kita harapkan tahun ini sudah dapat beroperasi sesuai dengan kesepakatan kita,” tutur Rahudman.

Jika alat itu sudah masuk dan beroperasi, kata Wali Kota, maka terjadilah kekurangan sampah tersebut. Artinya, jika komposting yang dilakukan di lingkungan berjalan dengan baik, maka sampah yang datang ke TPA Terjun tentunya berkurang. Dengan demikian dana yang digunakan untuk mengelola TPA selama ini tentunya akan akan jauh menurun sehingga jumlah tenaga kerja juga ikut berkurang yang pada akhirnya menghasilkan efisiensi.

Menurut Rahudman, kunjungan tersebut untuk melakukan penataan di TPA Terjun. Hal ini tidak terlepas akan datang Tim Pantau 2 Adipura akhir bulan ini. Untuk itu TPA Terjun harus  lebih tertata, termasuk fasilitas pendukungnya seperti jalan dan  sumur pantau. Termasuk beberapa tempat penampungan barangbarang bekas, diharuskan menata lokasinya agar terlihat lebih baik. (h03/m37)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *