SUMUT BERPOTENSI LONGSOR, BANJIR DAN PUTING BELIUNG

MEDAN (Waspada): Ada puluhan kabupaten/kota se Sumut berpotensi terjadi bencana longsor, banjir, dan puting beliung yang tercatat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumut.

Adapun kabupaten/kota berpotensi bencana longsor yakni, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Tapanuli Tengah, Deliserdang, Karo, Dairi dan Phakpak Barat. Kabupaten/kota yang berpotensi banjir yakni, Langkat, Batubara, Labuhanbatu, Tapteng, Karo, Nias Selatan, Deliserdang, Samosir, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Medan.

Sedangkan kabupaten/kita berpotensi puting beliung yakni, Serdang Bedagai, Deliserdang, Langkat, Mandailing Natal, Pakpak Barat, dan Dairi.

“Potensi terjadinya banjir, longsor dan puting beliung dibeberapa kabupaten/kota ini diperkirakan sampai Maret 2013. Ini disebabkan kondisi perubahan iklim atau cuaca ekstrim yang terjadi dan mengakibatkan terjadinya pertumbuhan awan di wilayah Sumut yang berakibat terhadap tingginya intensitas curah hujan,” kata Kepala Pelaksana BNPB Sumut Asren Nasution di Medan, Kamis (14/2).

Waspadai

Namun, kata Asren, masyarakat diminta jangan panik jika terjadi bencana, karena biasanya jatuh korban jiwa disebabkan kepanikan. “Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho juga sudah membuat surat edaran kepada bupati dan wali kota tentang kewaspadaan menghadapi perubahan iklim atau cuaca ekstrim ini ke seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Surat edaran itu, agar Pemkab/pemko tidak lengah karena bencana itu bisa terjadi kapan saja. Ada empat perintah Plt Gubsu melalui Sekda Sumut dalam surat edaran itu. Pertama, memerintahkan kepada pemkab/pemko serta SKPD yang membidangi penataan ruang wilayah dan kebencanaan di dalam penyusunan rencana pembangunan berbasis kepada mitigasi bencana.

Kedua, memerintahkan seluruh jajaran aparat pemkab/pemko sampai ditingkat terendah untuk meningkatkan kesiapsiagaan di dalam menghadapi situasi terburuk jika terjadi banjir, tanah longsor, serta mengambil langkahlangkah antisipasi terkait ancaman bencana tersebut.

Ketiga, menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat dan mengimbau kepada seluruh warga yang bermukim di wilayah sepanjang daerah aliran sungai yang rawan banjir dan daerah perbukitan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. “Dan Keempat, membuat laporan kejadian bencana dengan format terlampir,” tutur Asren.

Asren juga meminta BNPB daerah untuk melakukan koordinasi kepada Pemprovsu jika terjadi bencana di wilayahnya, sehingga bisa dilakukan antisipasi dan tindakantindakan yang cepat.

Kata dia, untuk mengantisipasi banjir, Pemprovsu melalui BNPB Sumut menerima peralatan penanggulangan bencana, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Adapun peralatan yang diterima yakni, mobil toilet, mobil komunikasi satelit, perahu karet 10 unit, mesin perahu 13 unit, puluhan genset, tenda posko 13 unit, tenda pengungsi 41 unit, serta peralatan lainnya.

“Penyerahan ini dilakukan saat Rakor nasional BNPB di Jakarta tanggal 6 Februari kemarin. Peralatan ini didistribusikan ke kabupaten/kota sesuai jatah dari pusat,” sebut Asren. (h02)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *