LONGSOR DI BERASTAGI, 2 MOBIL TERTIMBUN

Berastagi, (Analisa). Tanah longsor terjadi di Kilometer 57-59 Jalan Jamin Gintings di sekitar kawasan perbukitan Tahura, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Jumat (15/2) pukul 16.30 WIB.
Tanah dari perbukitan longsor berikut pepohonan. Akibatnya, badan jalan tertimbun sepanjang 50 meter. Arus lalu lintas Medan-Berastagi macet total.

Satu kendaraan bermotor masuk jurang setelah terdorong tanah hingga kedalaman 40 meter. Dua mobil tertimbun longsor persis di badan jalan. Tak ada korban nyawa dalam insiden itu.
Dua mobil yang tertimbun itu sampai berita ini dikirim masih dalam upaya evakuasi yang dilakukan Polres Karo, Muspika Berastagi, perangkat desa di sekitar lokasi dibantu kelompok masyarakat.

Informasi diperoleh Analisa menyebutkan, supir mobil saat ini sudah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit terdekat.

Kasatker PJN Metropolitan, Mulatua Sinaga dan stafnya Simaremare mengatakan, alat berat mengevakuasi tanah sudah menuju lokasi kejadian. Namun alat berat itu agak sulit menembus lokasi karena arus lalu lintas padat.

Sementara pihak Badan Permusyawaratan Desa Doulu Usmanto Purba mengatakan, longsor terjadi akibat curah hujan sangat tinggi sejak pukul 12.00 WIB di daerah perbukitan di Doulu.
Pantauan Analisa, ratusan kendaraan terjebak di bawah tebing bukit antara daerah Tahuran-Simpang Doulu. Mereka dihantui rasa takut akan longsor susulan. Sementara mereka juga merasa tak aman meninggalkan kendaraan.

Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjan Umum untuk menangani bencana alam tanah dan jalan longsor di Desa Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Dua unit alat berat dikerahkan guna menormalisasi situasi.

Hal itu disampaikan Gatot didampingi Wakil Bupati Irwansyah Pasi SH kepada wartawan di sela pelantikan pengurus DPD Pujakesuma di Gedung Djauli Manik Sidikalang, Jumat (15/2). Pihaknya mendapat informasi, ribuan ton biji jagung tak bisa dipasarkan. Jadi, penanganan sangat mendesak.

Tahun ini, ruas Kutabuluh Kabupaten Dairi-Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara mendapat alokasi anggaran perbaikan Rp12 miliar. Kegiatan ditangani tahun tunggal.
Diutarakan, pembangunan di daerah otonom ini senantiasa mendapat perhatian. Kalau ada yang belum diakomodir, akan dijadikan catatan.

Selain di Kabupaten Dairi, Gatot menjelaskan, pembenahan infrastruktur ruas Kabanjahe-Kutabuluh ditangani dengan biaya Rp125 miliar. Proyek itu diurus multi-years. Tahun ini, dikucurkan sebesar 40 persen.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum wilayah Sumut, Fatrurrahman menjelaskan, terdapat sembilan paket proyek di daerah Kabupaten Dairi, Karo dan Pakpak Bharat. Dalam data itu, tak tertera perbaikan jalan nasional lintas Tigalingga-Kutabuluh-batas Karo/Aceh Tenggara.

Leonard Surungan Samosir anggota DPRD fraksi Partai Golkar berpandangan, perhatian pemerintah pusat dan provinsi ke wilayah ini sangat kurang. Alhasil pemasaran pertanian berupa jagung, kemiri dan durian tersendat.

Rakyat menderita kerugian miliaran rupiah sebab truk tidak bisa membawa hasil pertanian. Saat ini, angkutan umum juga tak bisa lewat. Kondisi itu berpotensi pada kenaikan harga sembako dan saprodi. (dr/ssr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *