KESADARAN BERLALULINTAS DI ABDYA MASIH RENDAH

Blangpidie, (Analisa). Tingkat kesadaran berlalulintas di Aceh Barat Daya (Abdya) masih sangat rendah yang dibuktikan dengan sejumlah pengendara baik yang menggunakan roda dua hingga roda empat masih nekad menerobos rambu-rambu lalulintas yang dipasang di sejumlah titik.
Kapolres Abdya, AKBP Eko Budi Susilo SIK, melalui Kasatlantas Polres Abdya, AKP M Saepuddin, kepada Analisa, Selasa (12/2) mengatakan, terkait hal itu pihaknya sudah turun ke lapangan guna menindak tegas pengguna jalan yang melanggar rambu lalulintas.

Bahkan pihaknya langsung menilang kendaraan tersebut, apalagi tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan dan standar keamanan berkendaraan.

Lebih lanjut Kasatlantas menambahkan, kesadaran hukum yang selama ini terbangun di sebagian masyarakat Abdya terkesan hanya kesadaran semu. Masyarakat hanya patuh ketika ada polisi. Namun ketika polisi tidak ada, maka rambu-rambu dan semua peraturan tanpa ragu diterobos.

Berbagai aturan, imbauan dan tata cara berlalu lintas yang baik mudah dijumpai. Mulai dari menggunakan helm standar, menyalakan lampu motor di siang hari, tidak menelepon atau mengirim pesan singkat (SMS) saat berkendara, hingga memakai sabuk keselamatan bagi pengendara mobil dan lain-lain.

Berbagai imbauan ini dideskripsikan dalam bentuk gambar atau tulisan agar mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, sanksi bagi pelanggarnya juga dicantumkan. Harapannya, pengguna jalan akan memiliki daya patuh yang tinggi terhadap aturan lalu lintas.

Namun sayangnya semua atribut himbauan dan sarana lalulintas tersebut belum sepenuhnya dijadikan pedoman dalam berlalu lintas, bahkan seringkali diabaikan.

“Kita tentu sering melihat bagaimana pengendara melanggar jalur satu arah yang harusnya tidak boleh dilewati dengan dua arah, namun semuanya beralasan klasik yakni karena waktu,” ujarnya.

Hal-hal seperti ini sering dianggap remeh, padahal tidak sedikit kecelakaan lalu lintas terjadi justru disebabkan oleh hal-hal kecil.

Akibatnya tidak hanya merugikan pelaku, tetapi pengguna jalan lain juga bisa menjadi korban. Tidak hanya korban luka-luka, tetapi juga ada yang harus kehilangan nyawa.

“Mari kita mulai mencontohkan disiplin lalu lintas di jalan raya dengan berkendara yang sopan dan benar,” imbau Kasatlantas.
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *