KENAIKAN TARIF ANGKOT DAN TAKSI TUNGGU HASIL SURVEI BOK

MedanBisnis – Medan. Tarif taksi naik sebesar 30% sudah final dan akan disetujui Walikota Medan dalam waktu dekat setelah melalui pembahasan bersama Organda Kota Medan dan Forum Lalu Lintas Kota Medan. Sementara tarif angkutan kota (angkot) menunggu hasil survei terhadap Biaya Operasional Kenderaan (BOK) pemilik kenderaan di Medan.
“Kita (Dishub-red) sudah mengirimkan undangan ke seluruh anggota Forum Perhubungan Medan, direncanakan pekan depan sudah bisa dilakukan survei terhadap BOK,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat kepada MedanBisnis, Rabu (13/2) di Medan.

Dijelaskan Renward, dalam survei BOK itu, ada dua variabel yang akan menjadi fokus penilaian yakni rata-rata operator mengeluarkan overhead cost atau biaya awal selama para pengemudi ‘berkelana’ mencari penumpang serta biaya spare part atau onderdil kendaraan bermotor. “Dari hasil hitungan itulah baru bisa diketahui berapa penyesuaian tarif baik itu tarif angkot maupun tarif taksi di Medan, “jelasnya.

Dalam melakukan survei, sambung Renward, Dishub Medan akan melibatkan Forum Perhubungan Medan yang terdiri dari Dishub Medan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan, bagian Ekonomi dan Industri Pemko Medan serta Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan.

Menurut Renward, dalam penentuan tarif angkot dan taksi di Medan, survei yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan masyarakat yang menjadikan angkot dan taksi sebagai kenderaan alternatif menunjang kegiatan ekonomi masyarakat di Medan.

“Hal yang penting dipikirkan adalah dampak yang akan ditimbulkan pasca penetapan tarif itu, sebab itu kan menyangkut persoalan kemampuan dari masyarakat sebagai objek utama dari pengguna angkot dan taksi,”katanya.

Sebab, kata Renward, jika nantinya penetapan tarif angkot dan taksi di Medan dilakukan tanpa melakukan survei terlebih dahulu akan berdampak terhadap minat masyarakat untuk menggunakan angkot dan taksi. “Jika, tarif angkot dan taksi sudah tidak sesuai dengan kemampuan masyarakat pengguna kenderaan, masyarakat akan mencari kenderaan alternatif lain, dan secara langsung juga akan berpengaruh terhadap penghasilan para pengusaha dan supir angkot, “ujarnya.

Renward menyebutkan untuk tarif taksi yang akan mengalami kenaikan, untuk tarif buka pintu (harga batas atas) dipatok Rp6.000 dan tarif batas bawah Rp4.500. Tarif kilometer berikutnya untuk batas atas Rp3.500 dan tarif batas bawah Rp2.500. Sementara biaya tunggu per jam untuk tarif batas atas Rp35.000 dan batas bawah Rp25.000.

Dalam tarif baru tersebut, Dishub Kota Medan memberlakukan batas atas dan batas bawah. Langkah itu diambil karena pelayanan setiap perusahaan Taksi di Medan berbeda-beda. Tarif yang akan dipakai tergantung perusahaan taksi itu sendiri.

“Tarif baru ini naik sekitar 20 hingga 30 persen dari tarif lama tahun 2009 lalu. Sebagai perbandingan tarif yang berlaku sejak 2009 itu tidak mengenal tarif atas dan tarif bawah. Di tarif lama, untuk buka pintu sebesar Rp4.500, kemudian kilometer berikutnya Rp2.500. Sementara biaya tunggu per jam Rp20.000. Itu berdasarkan Perwal No 2 Tahun 2009,” kata Renward.

Secara terpisah, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Ilhamsyah menyebutkan, Pemko Medan harus segera mencari solusi jika ke depan ada ketetapan soal kenaikan tarif tersebut. Sebab, secara langsung kenaikan tarif akan berdampak kepada masyarakat Medan khususnya yang menjadikan angkot sebagai kenderaan alternatif penunjang kegiatan ekonomi.

Untuk itu, sambung Ilham, ada dua opsi yang mungkin bisa dilakukan Pemko Medan yakni melakukan subsidi langsung kepada masyarakat dan subsidi kepada pengusaha angkot di Medan. (romi irwansyah/sulaiman)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *