ALFI: PEREMAJAAN ANGKUTAN TRUK DI BELAWAN MENDESAK

MedanBisnis – Medan. Peremajaan angkutan truk di Pelabuhan Belawan mendesak untuk dilakukan mengingat sebagian besar sudah berusia tua. Jika tidak, hal ini memicu biaya tinggi dan berpotensi merugikan pengusaha.
Sekretaris wilayah Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Sumut, Wiluyo Hartono di Medan, Kamis (14/2), mengatakan sebagian besar atau tepatnya sekitar 63% truk yang mengangkut kontainer di Pelabuhan Belawan berusia di atas 10-24 tahun. Akibat berusia tua, bukan hanya membuat kelancaran angkutan terganggu tetapi juga biaya tinggi.

“Untuk tarif satu kontainer 20 feet dengan jarak angkut 10-15 kilometer sekitar Rp 800.000. Tarif sebesar itu relatif mahal di tengah keharusan pengusaha meningkatkan efisiensi untuk menghadapi persaingan di pasar komunitas ASEAN,” katanya.

Besarnya tarif tersebut mengkhawatirkan pengusaha karena biasanya setiap tahun ongkos angkut tersebut naik. “Pemerintah diharapkan bisa membantu pengusaha truk di Belawan untuk meremajakan angkutannya seperti yang sudah dilakukan di DKI Jakarta,” katanya.

Di Jakarta, lanjut Wiluyo, peremajaan truk dan angkutan lainnya dilakukan atas kerja sama pemerintah, organisasi angkutan darat (Organda) dan Bank Indonesia (BI) sehingga perbankan mau mengucurkan kredit.

Ia mengatakan, tampaknya memang harus ada dukungan kuat dari pemerintah untuk mempermudah pengusaha jasa transportasi mendapatkan kredit karena bank terkesan masih “alergi” dengan sektor itu.

Wakil Ketua Umum Intermoda dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Khairul Mahalli mengatakan kondisi infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, dan jalur kereta api dinilai masih kurang memadai untuk mendukung kelancaran lalu lintas logistik di Sumut.

Menurutnya, sistem transportasi intermoda maupun multimoda belum dapat berjalan dengan baik karena akses transportasi dari sentra produksi ke pelabuhan dan bandara belum dapat berjalan lancar yang disebabkan oleh belum optimalnya infrastruktur.

Kondisi itu menyebabkan kualitas pelabuhan menjadi rendah dan tarif jasa menjadi mahal “Masalah itu harus diatasi karena nantinya Sumut yakni Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hub bagian barat Indonesia dan termasuk diberlakukannya Komunitas ASEAN pada 2015,” pungkasnya. (elvidaris simamora)sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *