SEBULAN DIKERJAKAN, JALAN NEGARA SUDAH RETAK DAN BERLUBANG

Aceh Tenggara-andalas Masyarakat dan berbagai lembaga organisasi serta LSM di Aceh Tenggara, mengaku kecewa dengan sikap apatis pihak PPK yang tidak bertanggung jawab terhadap kualitas pembangunan jalan negara di kabupaten tersebut dan sekitarnya.

Sebab, baru sebulan selesai dikerjakan rekanan, proyek pengaspalan jalan negara ruas batas kota Kutacane–Batas Sumut, terutama di kawasan Simpang Semadam Kecamatan Semadam, kini telah terlihat jelas berlobang dan retak-retak.

Beberapa warga Simpang Semadam yang ditemui andalas di lokasi, Rabu (13/2) mengaku heran melihat kualitas pengaspalan jalan nasional di Simpang Semadam sampai ke desa Suka Makmur tersebut.

Pasalnya, proyek tersebut baru selesai diaspal atau dikerjakan pada akhir Desember 2012 lalu, namun sayangnya baru beberapa bulan dilewati kendaraan bermotor, beberapa lokasi jalan telah berlobang dan retak-retak.

Sejak pertama, timpal warga lainnya yang enggan disebutkan jati dirinya, warga di sekitar lokasi proyek memang sudah merasa janggal dan meragukan kualitas jalan yang dibangun rekanan tersebut.

Masalahnya, selain terkesan dipaksakan dan mengejar limit waktu sampai akhir Desember 2012, perkerjaan pengaspalan juga dikerjakan sampai malam hari dan dalam keadaan gelap.

Senada juga diungkapkan, Arafik Beruh, Ketua LSM Gakag dan juga menjabat sebagai Sekjen Partai PAN Agara, rendahnya kualitas jalan yang baru selesai dibangun namun telah berlobang dan retak-retak. Membuktikan jika PPK jalan nasional Blangkejeren-Lawe Aunan–Kutacane-Batas Sumut, sangat apatis dan tak tegas.

Jika PPK tegas, buruk dan rendahnya kualitas jalan tersebut tidak akan terjadi. Namun, karena PPK tak peduli dan hanya berdiam diri saja, rekanan sama sekali tidak memperdulikan kulitas jalan yang dibangun.

“Yang penting kerjaan pengaspalan jalan nasional selesai dan uang bisa ditarik, masalah kualitas tampaknya perkara belakangan,” kata rekanan dan PPK jalan nasional tersebut,” ujar Arafik.

Kinerja Emi Efendi, selaku PPK jalan nasional di Gayo Lues dan Aceh Tenggara, sambung Erda Rina, anggota DPRK Agara, sangat mengecewakan dan memalukan. Lihat saja banyaknya jalan berlobang mulai dari batas Agara-Gayo Lues sampai ke batas Provinsi Sumut.

Tetapi, jalan tersebut terkesan dibiarkan saja, padahal setiap tahun pemerintah  menyediakan dana rutin pemeliharaan dan pembangunan ruas jalan nasioanl di Aceh Tenggara tersebut, tapi kondisinya bukan semakin baik. (AGS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *