PIMPIN GENG MOTOR, ANAK POLISI DISIDANG

MEDAN, KOMPAS.com — Seorang anak polisi di Kota Binjai yang menjadi panglima geng motor, Donal Ricardo Tampubolon (23) akhirnya disidang, Selasa (12/2/2013). Pada sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi, diketahui terdakwa menjadi panglima geng motor Cara Anak Nekat Bikin Asik (Canabis) dan Skandal Anak Medan (SKM).

Dia ditangkap saat mengikuti pelantikan Satuan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (Satma IPK) pada Oktober 2012 lalu. Majelis hakim yang diketuai Sherliwaty mengatakan, nama terdakwa sering disebut-sebut sejumlah anggota gang motor saat diperiksa menjadi saksi.

“Berarti kamu Donal Ricardo. Setiap persidangan kasus geng motor, nama kamu selalu disebut-sebut. Tapi kamu enggak pernah ketangkap, sekarang kami baru tahu kalau kamu selama ini yang pimpinan geng motor,” ucap Sherliwaty dengan nada tinggi.

Dari keterangan saksi polisi Aiptu M Subakir dan Aiptu Hasyim Sahbana, diketahui terdakwa kerap merusak mobil di tempat berbeda. Pertama mobil Alphard, Honda Jazz, lalu merampok sepeda motor. Berdasarkan laporan ketiga korbannya itulah petugas dari Polsekta Medan Baru membentuk tim khusus untuk menangkap otak pelaku yang belakangan diketahui bernama Ricardo.

“Dari anggotanya, Beni Purba dan Ilham yang kami periksa menyatakan pimpinan mereka adalah terdakwa. Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya terdakwa dibekuk saat menghadiri acara pelantikan di kawasan Medan Baru,” kata saksi.

Lucunya, saat dimintai tanggapan atas keterangan para saksi, terdakwa membantahnya. “Tidak benar, bu hakim. Saya sempat diancam polisi, namanya pak Sitanggang,” kata terdakwa.

Hakim menegaskan agar terdakwa berkata jujur. “BAP ini kan keterangan kamu. Apalagi namamu sering disebut-sebut,” kata hakim lagi.

Mendengar ucapan hakim, terdakwa terdiam. Sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda saksi meringankan (adhecarge). Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oky Yudhatama menjerat terdakwa dengan Pasal 140 jo 460 KUHPidana yang ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *