MALING BOBOL TUJUH BRANKAS

PEKANBARU, KOMPAS.com – Kalau maling punya banyak waktu untuk mencuri, niscaya pekerjaannya semakin kreatif. Maling di Pekanbaru telah membuktikan hal itu.

Bayangkan, karena leluasa seolah tidak ada penjagaan, sekawanan maling membobol tujuh brankas Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Riau di Jalan Terubuk, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Brankas yang ada di kantor itu ada delapan. Artinya, hanya satu yang tersisa, yang tidak dikerjai kawanan maling itu. Padahal, kantor itu dijaga oleh petugas keamanan sepanjang malam. Uang yang berhasil dikuras sejumlah Rp 251 juta lebih.

Pembobolan itu berlangsung Selasa (12/2/2013) malam dan baru diketahui pada Rabu pagi (13/2/2013) oleh petugas kebersihan kantor, Agus Priambodo.

“Priambodo masuk kerja sekitar pukul 06.30. Ketika masuk kantor, dia merasa curiga melihat pintu ruang bendahara dalam keadaan terbuka,” ujar Humas BKKBN Riau, Ning Iriani.

Kejadian itu segera disampaikan Priambodo kepada petugas keamanan kantor. Petugas keamanan lalu melaporkan kejadian kepada Polsek Bukit Raya.

Menurut Ning, saat kejadian, petugas keamanan malam yang bertugas adalah Dharma. Polisi akhirnya meminta keterangan Dharma, sekaligus menguji kemungkinan keikutsertaannya dalam kejadian itu.

Brankas di kantor BKKBN memiliki kunci yang dipegang masing-masing bidang. Misalnya, brankas yang kuncinya dipegang oleh karyawan yang bernama Bakhtiar menyimpan uang paling besar, senilai Rp 140 juta.

Brankas Aisyah senilai Rp 86 juta, Elisia Rp 27 juta, Rosmita Naz senilai Rp 40 juta, Mayurni senilai Rp 300.000, brankas Ernis Rp17 juta dan brankas Sri Ningsih dalam kondisi tidak ada uang. “Total seluruhnya Rp 251 jutaan,” ujar Ning.

Kepala Polresta Pekanbaru, Komisaris Besar Adang Ginanjar mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki kasus pembobolan tujuh brankas di Kantor BKKBN Riau.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *