DESA BLANG PAYA, BELASAN TAHUN TAK BERPENGHUNI

Pascakonflik

BIREUEN, KOMPAS.com – Belasan tahun tak berpenghuni, Desa Blang Paya, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, mulai didiami kembali oleh warga yang kini mendesak kejelasan status desa pascakonflik yang “menenggelamkan” kehidupan di sana.

Hal itu ditegaskan Kepa Desa ditunjuk, M.Yasin Hanafiah (47), yang mengaku mengalami kesulitan dalam pengurusan administrasi desa, karena status yang belum diperjelas oleh Pemkab Bireuen hingga saat ini. “Saat konflik warga semua pindah ke desa tetangga maupun ke luar Aceh,” katanya.

Diakuinya, sejak beberapa tahun terakhir, sudah 162 kepala keluarga (KK) kembali menetap di Desa Blang Paya dan kembali membuka lahannya. Begitupun surat pindah atau surat-surat penting lainnya menyangkut domisili penduduk belum diselesaikan.

Di samping itu, banyak sarana dan prasarana yang belum dimiliki, seperti pembukaan ruas jalan dan sarana listrik. Secara geografis, desa terpencil yang terletak di pegunungan ini, sulit ditempuh jika menggunakan transportasi roda empat.

“Untuk pelayanan kesehatan juga mendesak, karena bila ada warga sakit selama ini harus dibawa dengan sepeda motor yang menempuh jarak 12 killometer dengan jalan rusak parah dan gelap,” ungkap M.Yasin.

Untuk itu, dia berharap Pemkab setempat segera merealisasikan kejelasan status desa serta menyediakan pra sarana vital yang mempermudah masyarakat di sana.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *