WARGA MEDAN: NYAWA SEPERTI TIDAK BERHARGA

TRIBUN-MEDAN.com-MEDAN- Kasus pencurian dengan kekerasan semakin marak di Kota Medan. Warga resah karena nyawa seakan tidak berharga lagi. Pernyataan ini disampaikan oleh Fernanda Putera Adela, warga Medan Johor.  Pengajar di beberapa kampus di Medan ini menceritakan, setidaknya ada tiga orang yang ia kenal mengalami penjambretan dalam satu bulan terakhir.

“Seminggu yang lalu, teman kerja isteri saya dijambret sewaktu naik motor di Johor. Akibat tarik-tarikan tas dengan penjambret, dia jatuh dengan mukanya menabrak aspal. Seminggu di rumah sakit karena wajahnya dioperasi,” katanya kepada Tribun, Selasa (12/2/2013).

Kasus yang menimpa Thin Ting, lajang 26 tahun yang dijambret di Jalan Kesawan dan meninggal Selasa pagi tadi setelah koma empat hari menurutnya sudah sering terjadi.

“Tante isteri saya jatuh setelah di jambret di Simpang Pemda, Medan Selayang. Baru-baru ini isteri pembantu dekan II USU meninggal karena dijambret di Jalan Dr Mansyur,” katanya.

Menurut pria yang juga merupakan staf ahli di DPRD Kota Medan ini, sekarang para kriminal merajalela.

“Jangankan malam hari, sore hari pun saya sudah takut keluar rumah,” ujarnya. Ia pun saat ini tidak berani membiarkan isterinya sendiri membawa kendaraan. Karena itu, ia menyarankan agar kepolisian semakin meningkatkan frekuensi patroli.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *