SAMOSIR PROMOSIKAN FESTIVAL DANAU TOBA

PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara mempromosikan kegiatan Festival Danau Toba (FDT) 2013 tingkat Nasional, 29 Juni-13 Juli hingga ke Negeri Belanda.

“Pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI di negara kincir angin itu, juga menyambut baik dan mendukung kegiatan FDT tersebut,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di ruang kerjanya, hari ini.

Kedubes RI di Belanda, menurut dia, akan berusaha membantu agar wisatawan di negeri tersebut dapat mengunjungi Objek Wisata Danau Toba yang terkenal di dunia.

“Pihak Kedubes RI Belanda, sangat bersemangat mengetahui pada Juni, diselenggarakannya FDT tingkat nasional, hal ini adalah sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Mangindar mengatakan, ia berada di Belanda, saat menghadiri kegiatan Ekspo Bunga dan Holtikultura Dunia Floriade Oktober 2012 di Kota Venlo, Belanda.

“Jadi, momen penting dan bersejarah tersebut, dimanfaatkannya untuk memperkenalkan FDT di luar negeri. Yang penting bagaimana agar FDT tersebut dapat berjalan sukses dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” katanya.

Ia mengatakan, memang kegiatan FDT tersebut tingkat nasional, namun gaungnya adalah bertaraf internasional. Sebab, FDT juga akan mengadakan lomba perahu naga di perairan Danau Toba yang pesertanya berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia.

“Kegiatan FDT ini dipusatkan di Pantai Wisata Batu Hoda Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir,” ucap Bupati Somosir.

Festival Danau Toba (FDT) 2013 ini adalah paradigma baru bagi kegiatan kepariwisataan di kawasan Danau Toba sebagai pengganti Pesta Danau Toba (PDT) yang terakhir Desember 2012.

Penggantian nama tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Bupati/Wali Kota se-Kawasan Danau Toba, tokoh masyarakat, perantau dan budayawan di ruangan kerja Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Safta Nirwandar.

Penggantian nama menjadi FDT mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se- Kawasan Daerah Danau Toba.

“Kegiatan FDT 2013 ini harus kelihatan tampil beda, dengan sebutan host adalah ‘tuan dan nyonya rumah Kabupaten Samosir’,” ujar Mangindar.

Objek wisata Samosir Kabupaten Samosir memiliki beberapa potensi wisata pemandangan alam, wisata spiritual, wisata pertanian, wisata budaya dan perairan Danau Toba. Daerah rekreasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, beberapa diantaranya di Kecamatan Simanindo.

Obyek Wisata Sejarah, yakni Makam Raja Sidabutar, berada di Tomok, makam yang terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar penguasa kawasan Tomok pada masa itu.

Batu Parsidangan, berada di Desa Siallagan adalah batu yang disusun sedemikian pada masa pemerintahan Raja Siallagan untuk tempat mengadili dan mengeksekusi para kriminal.

Museum Huta Bolon, tempat penyimpanan benda-benda kuno orang Batak Obyek Wisata Seni dan Budaya, Pertunjukan Sigale-gale, berada di Tomok adalah kesenian rakyat berbentuk patung yang dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat menari mengikuti irama musik tradisional gondang. Selain itu Gedung Kesenian, bangunan tempat atraksi budaya dan seni, berada di Tuktuk Siadong.

Kabupaten Samosir memiliki luas wilayah 1.444,25 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 130.078 jiwa. Wilayah Administrasi adalah 9 kecamatan, yakni Kecamatan Pangururan, Sianjur, Mulamula, Simanindo, Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Ajibata, dan Sitio-tio.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *