DIRUT RSUP HAM RESMIKAN UNIT KEDOKTERAN NUKLIR

MEDAN (Waspada): Direktur Utama RSUP H. Adam Malik dr. Azwan Hakmi, SpA,  MKes meresmikan Unit Kedokteran Nuklir RSUP H. Adam Malik Medan, Senin  (11/2). Unit kedokteran Nuklir ini dilengkapi Kamera Gamma atau Spect untuk  mendiagnosa pasien, ketika alat MRI atau scan masih menimbulkan keraguan  dalam penegakan diagnosa.

“Jika selama ini masih ada keraguan dalam menegakkan diagnosa, maka  dengan alat ini bisa memastikannya. Bahkan, kanker yang masih stadium dini  pun bisa didiagnosa dengan alat ini. Sebenarnya, alat ini bisa digunakan untuk  terapi, tapi pada tahap awal ini digunakan untuk mendiagnosa,” kata Azwan.

Dia meminta kepada petugas medis agar tidak ragu dalam mengoperasikan alat  ini. “Jangan ada keraguan mengoperasikan alat ini. Sebab, alat ini sangat aman  dan sudah ada izin dari Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir),” ujarnya  sembari meminta petugas agar  merawat alat yang harganya mencapai Rp10  milliar lebih ini.

Sementara itu, Kepala Instalasi Radiologi RSUP HAM Prof. Dr. Abdul Rasyid,  SpRad(K), PhD mengatakan, unit kedokteran nuklir ini masuk dalam bagian  radiologi karena menggunakan zat nuklir. “Ini digunakan untuk pemeriksaan  diagnosa penyakit dan terapi. Untuk wilayah Pulau Sumatera, alat ini hanya ada  di RSUP H. Adam Malik Medan,” katanya didampingi Kepala Unit Kedokteran  Nuklir dr. Edison, SpKN, MKes.

Alat ini, kata Edison, dapat mendiagnosa bagian jantung, tulang, ginjal, tumor,  serta mendeteksi tumor yang pindah. “Alat ini penunjang dari pemeriksaan  alatalat lainnya di ruang radiologi,” katanya sembari menambahkan, untuk  mengoperasikan alat tersebut, RSUP HAM memiliki sumber daya manusia yang  cukup.

Edison menjelaskan, kamera gamma tidak memancarkan sinar radiasi. Namun  sinar radiasi dipancarkan dari tubuh pasien yang telah mendapatkan  radiofarmaka. “Sinar radiasi inilah yang akan ditangkap oleh alat tersebut. Jadi  sebelumnya pasien terlebih dulu disuntik dengan radiofarmaka,” jelasnya.

Kata dia, diagnosis menggunakan kamera gamma dan radiofarmaka didasarkan  pada perubahan fisiologik atau biokimiawi yang terjadi di tingkat sel maupun  molekuler. “Karakteristik ini menjadikan teknik diagnostik kedokteran nuklir  sangat sensitif dibanding dengan teknik yang didasarkan pada perubahan  anatomis,” terangnya.

Ditambahkannya, selaku RS tipe A, RS pendidikan dan RS rujukan, RSUP HAM  dinilai perlu memiliki alat ini. “Supaya mendiagnosa atau mendeteksi penyakit  lebih jelas,” demikian Edison. (h02)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *