YLI DAN BBTNGL PASANG KAMERA PERANGKAP DI PUNCAK LEUSER

Medan, (Analisa). Puncak Loser dan Leuser yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menjadi tujuan favorit bagi para pendaki baik dalam maupun luar negeri. Kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi ini masih dihuni satwa liar seperti harimau sumatera.
Yayasan Leuser Internasional (YLI) dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) belum lama ini melakukan survei biodiversitas dan pemasangan kamera perangkap (trap) disepanjang jalur pendakian. Yang tujuanya adalah untuk mengetahui aktifitas harimau yang lewat di jalur pendakian agar tidak bersinggungan langsung dengan pendaki.

“Pemasangan kamera perangkap ini dimaksudkan untuk memantau aktifitas satwa liar seperti harimau yang ada di jalur pendakian agar tidak bersinggungan langsung dengan pendaki, “jelas Project Leader US Fish & Wildlife Service yang didampingi Koordinator Tim Rhino Protection Unit (RPU) Leuser, Eka Ramadiyanta pada Analisa, Senin (11/2).

Dikatakan, selama ini peneliti hanya melakukan penelitian biodiversitas dibawah ketinggian 3000 meter dari permukaan laut (MDPL). Jadi satwa dan tumbuhan yang berada pada ketinggian 3000 MDPL jarang terdeteksi. Disebabkan medan dan resiko yang akan dihadapi cukup tinggi. Untuk itu, YLI dan BBTNGL saat ini telah memasang tiga unit kamera perangkap di jalur pendakian puncak Loser dan Leuser untuk mendeteksi potensi satwa liar dan tumbuhan yang berada pada ketinggian diatas 3000 MDPL.

“Selain meminimalisir singgungan langsung pendaki dengan satwa liar pemasangan kamera perangkap diatas ketinggian 3000 MDPL juga bertujuan untuk melihat potensi satwa liar yang melakukan aktifitas pada ketinggian tersebut, “ujarnya.

Ketahui informasi

Selanjutnya, menurut Tarmizi, kegiatan ini diharapkan dapat mengetahui informasi keberadaan satwa liar yang ada di sekitar puncak Loser dan Leuser. Yang nantinya juga dapat dijadikan data awal atau referensi bagi peneliti dan penggiat alam bebas dalam melakukan aktifitasnya di sana.

Ia juga menambahkan, jika memungkinkan pemasangan kamera perangkap tidak hanya dilakukan di jalur pendakian saja. Seluruh kawasan strategis yang masuk dalam kawasan TNGL untuk kedepannya harus dipantau dengan kamera perangkap agar potensi satwa liar dapat terdeteksi dengan akurat.

“Harapan kami seluruh kawasan zona inti yang masuk dalam TNGL harus dipantau secara berkala dengan memanfaatkan kamera perangkap. Agar aktifitas satwa liar terdeteksi dan dapat dijadikan data untuk para peneliti dan penggiat alam bebas,” tambahnya. (yy)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *