PASCA IMLEK, AKTIVITAS BISNIS DI MEDAN BELUM NORMAL

Medan, (Analisa). Pasca perayaan Tahun Baru Imlek pada Minggu (10/2) kemarin, aktivitas bisnis di Kota Medan belum berjalan normal dan cenderung masih terlihat sepi. Pasalnya, sejumlah pengusaha yang merayakan Imlek masih larut dalam suasana liburan.
Hal itu tampak dari toko-toko di beberapa lokasi, seperti di Jalan Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Jalan Thamrin, Jalan Asia, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cirebon, Jalan Surabaya dan di sejumlah titik lainnya yang masih belum beroperasi seperti hari biasanya.

Pantauan Analisa menunjukkan, seperti di Jalan Brigjen Katamso yang tampak beberapa toko yang masih tutup dan meliburkan karyawannya hingga 14 Februari mendatang. Banyaknya pemilik toko yang warga keturunan Tionghoa masih menutup tokonya.

“Biasanya mereka tutup hingga empat hari mendatang usai perayaan Imlek. Tapi masih ada toko yang sudah buka,” kata Erna, salah satu warga di daerah tersebut, Senin (11/2).

Selain itu, suasana sepi juga terlihat di Jalan Gatot Subroto. Sejumlah toko masih tutup dan diprakirakan akan buka kembali dalam lima hari kedepan.

Dikawasan tersebut, sekira 60 persen toko masih berhenti beroperasi. Hanya tampak kendaraan yang lalu lalang melewati kawasan itu.

Masih Libur

Seorang warga di daerah itu, Joshua mengatakan, saat ini banyak pemilik toko yang masih libur dan ada juga yang bepergian ke luar kota atau luar negeri untuk sekadar merayakan Tahun Baru Imlek bersama sanak saudara.

Diakuinya, setiap perayaan Imlek, kawasan tersebut memang selalu sepi hingga beberapa hari karena sebagian besar warga di sana memilih libur dan berkumpul bersama keluarga.

Suasana sepi juga tampak di Jalan Thamrin dan Jalan Asia yang merupakan salah satu pusat bisnis di Medan.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak menambahkan, berhenti beroperasinya sejumlah toko maupun tempat usaha di Medan tidak lagi merupakan fenomena baru. Sebab, hampir disetiap perayaan hari besar keagamaan akan terjadi hal yang sama dan hal itu memang wajar.

Namun, hal itu harus diwaspadai karena dapat mempengaruhi harga barang di pasaran. Apalagi jika toko-toko maupun tempat usaha yang berhenti beroperasi dalam jangka waktu hingga empat hari ke depan. Hal itu bisa menyebabkan harga barang di pasaran akan melambung karena permintaan tinggi namun tidak diikuti dengan stok barang yang tersedia.

“Sejumlah toko yang sudah beroperasi saat ini akan berspekulasi tentang harga. Namun, hal itu tidak memberikan pengaruh yang cukup berarti terhadap perekonomian di Medan. Sebab, kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi karena pusat-pusat perbelanjaan di Medan masih beroperasi,” tambahnya. (ik)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *