JALAN NASIONAL RUSAK PARAH

Ruas Kuta Buluh Tak Bisa Dilewati Truk

Sidikalang, (Analisa). Kerusakan jalan nasional di lintasan Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi, dinilai terparah di Sumatera Utara.
Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, Leonard Surungan Samosir, Jumat (8/2) mengatakan, sepertinya Kementerian Pekerjaan Umum melalui unit pelaksana teknis (UPT) di daerah menganaktirikan daerah ini. Padahal, posisi akses dimaksud sangat strategis menghubungkan beberapa kabupaten/kota. Yakni Kota Subulusalam, Kabupaten Aceh Singkil-Aceh Tenggara maupun Dairi ke Aceh Tenggara dan Kabupaten Karo.

(Analisa/sarifuddin siregar). Ruas jalan nasional di Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi diprediksi bakal putus. Di sejumlah lokasi, konstruksi amblas hingga tersisa satu meter. Lokasi lainnya juga berliang. Kondisi sedemikian ditaksir mencapai 40 titik. Jalur ini tidak masuk dalam 9 paket proyek yang ditender Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2013.

“Ibarat pasien rumah sakit, kondisinya sudah gawat darurat. Terlambat penanganan bisa tewas. Artinya, kalau tidak segera dibenahi, hubungan darat tersebut bakal putus. Sekarang saja, jumlah lokasi jalan amblas sudah mencapai 40 titik di luar jalan tertimbun. Sebagian diantaranya tinggal satu meter. Problema itu berdampak pada kesulitan rehabilitasi bencana banjir bandang di Dusun Lau Petundal Desa Pamah dan empat desa terisolir lainnya. Sebab, alat berat tak boleh masuk,” ucapnya.

Kondisi kerusakan hingga parah sekali. Di lokasi tertentu, badan jalan tergerus berubah jadi saliuran pembuangan dan lainnya melebar berliang dalam ukuran lumayan panjang. Di Desa Harapan, misalnya air tergenang membentuk kolam. Jalan itu tertutup sepanjang 50 meter setinggi 40 sentimeter. Kalau dibiarkan, hotmix sudah pasti terkelupas.

“Sepertinya, Menteri Pekerjaan Umum atau Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) perlu turun. Tidak cukup sekadar laporan dari bawah. Situasi lapangan sangat berbahaya,” kata Leo.

Bersamaan itu, dia segera menyampaikan aspirasi masyarakat ke fraksi partai Golkar di Senayan. Fasilitas umum itu tidak layak dilewati. Truk roda enam saja tak berani lagi melaju sementara armada roda 10 telah lama vakum dari jalur itu. Hal itu membuat cost angkutan bertambah. Rakyat jualah jadi korban.

Secara umum, tambah dia, infrastuktur mulai dari Tigalingga di sana tidak layak. Tinggal menunggu bom waktu saja. Sebentar lagi bakal amblas dan berpotensi jadi issu nasional sebagai akibat minimnya atensi.

Bupati, KRA Johnny Sitohang Adinagoro membenarkan, ruas Tigalinggga-Tanah Pinem tidak masuk dalam tender 9 paket proyek dikelola BBPJN tahun 2013. Namun, atas lobby ke pejabat terkait termasuk Wijaya Seta Kepala BBPJN Sumut, Rp 30 milliar dana APBN dialokasikan. Memang tidak cukup tetapi angka itu sedikit membantu untuk ruas parah.

Curah hujan tinggi selama dua bulan terakhir, kata Johnny, membuat sarana transportasi kian rusak. Mudah-mudahan pejabat berwenang merespons usulan. (ssr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *