KENAIKAN TARIF DI RSUPM BERDASARKAN KUISIONER PUBLIK

Medan-andalas Kenaikan tarif di Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan (RSUPM) sudah berdasarkan kuisioner publik tentang kepuasan pelanggan dan perbandingan dengan rumah sakit lainnya.

“Tak hanya itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan dalam memberikan pernyataan terutama untuk pelayanan publik harus dengan data yang valid. Seperti yang dilakukan KPK bekerjasama dengan BPKP. Sehingga rumah sakit tahu dimana letaknya dan pada strata apa pelayanan yang telah diberikan,” jelas Direktur RSU Dr Pirngadi Medan, dr Amran Lubis SpJP (K), Jum’at (8/2) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, sebelum memutuskan untuk menaikan tarif layanan, RSUPM telah membuat kuisioner kepada pasien, terutama pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Karena, lanjutnya, IGD adalah pintu gerbang rumah sakit yang menentukan layanan rumah sakit, yang melayani setiap level masyarakat.

“Satu diantara pertanyaan yang masuk dalam kuisioner adalah ketika berobat di IGD Pirngadi, apakah akan merekomendasikan kepada oranng lain untuk mendapatkan perawatan di IGD Pirngadi. Dan 88 persen responden menyatakan akan merekomendasikannya,” terang Amran.

Menurutnya, pernyataan yang sifatnya kontraproduktif sangat berbahaya bagi rumah sakit tanpa data yang valid. Karena kini Pirngadi sedang membangun citra rumah sakit agar lebih baik. Jika pernyataan kontraproduktif terus didengungkan, berbagai Amran menambahkan, RS Pirngadi sejak 10 tahun terakhir tidak pernah menaikkan tarifnya.

Pada tahun 2008 lalu, hanya dilakukan penyesuaian untuk tarif Kelas I dan VIP, tetapi secara umum, tarif di RSUD dr Pirngadi tidak berubah. Dijelaskannya, 40 persen pasar Pirngadi adalah pasien asuransi dengan pola tarif yang ditentukan berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

“Dalam pola tarif tersebut ada  ambang batas  bawah dan ada di ambang batas atas. Sedangkan Pirngadi selama ini berada di ambang batas bawah. Tapi pelayanan Pirngadi sudah sama dengan layanan rumah sakit dengan kualifikasi kelas A. Karena itu, RSUPM berupaya meningkatkan statusnya menjadi Kelas A, supaya sama tarifnya. Jadi tidak akan menggangu pasien-pasien yang tidak mampu,” ujar pemimpin rumah sakit dengan 165 dokter dan 700 perawat ini.

Dijelaskannya tarif RSUD dr Pirngadi yang berada  di atas RSU  Pusat (RSUP) H Adam Malik, karena rumah sakit Tipe A tersebut dalam operasionalnya, mendapatkan subsidi yang cukup besar dari pemerintah pusat. Sedangkan Pirngadi  dana operasionalnya dari Dana Pendapatan Pelayanan Umum Daerah Kota Medan.

Peningkatan tarif ini, sambungnya, juga diiringi dengan peningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Seperti obat dan makanan yang diberikan lebih bagus, atau anggaran dananya naik 20 persen.“Diharapkan, kenaikan tarif ini akan meningkatkan pendapatan Pirngadi hingga 10 persen,” ucap Amran mengakhiri. (YN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *