PABRIK SABU MELEDAK, LABFOR MEDAN USUT KE JAKARTA

MEDAN ( Berita ) : Sampai hari ini Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan masih mengumpulkan sisa bahan pembuatan sabu-sabu dari ruko berlantai tiga di Kompleks JBBC Desa Delitua, Kec. Namorambe yang dijadikan pabrik pembuatan sabu-sabu.
Labfor juga mengusut kasus ini ke Jakarta, karena pengakuan tersangka sebagian bahan baku sabu dipasak dari Jakarta. Penyidik juga akan memeriksa kediaman Edu di Taman Sari II Jakarta Barat. “Belum ada perkembangan penyidikan, karena Labfor juga masih mengumpulkan barang bukti yang masih tersisa di ruko berlantai tiga itu,” kata Kabag Analisis Dit Reserse Narkoba Poldasu AKBP KAM Sinambela, ditanya Waspada, Kamis (7/2).
Dia mengatakan, penyidik Res Narkoba Poldasu juga masih memeriksa dua tersangka, Edu dan Warniati alias A Hua yang diamankan dari lokasi pabrik pembuatan sabu-sabu tersebut. “Ya, keduanya masih diperiksa, sekaligus untuk pengembangan kasus karena salah seorang di antaranya Hengki masih diburon,” kata Sinambela.
Sementara Direktur Dit Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol. Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, dari pemeriksaan dua tersangka, mengatakan Hengki diduga penyuplai bahan baku pembuatan sabu-sabu.
Mereka, kata Panjaitan, kemungkinan masih amatir dalam pembuatan sabu-sabu, sehingga terjadi ledakan saat melakukan pengolahan. “Begitupun, dari bahan baku yang ditemukan di lokasi dapat memproduksi 1 hingga 2 kg sabu-sabu per hari. Ini tergolong besar,” katanya.
Panjaitan mengatakan baru dua saksi yang diperiksa terkait kasus itu, satpam dan penjaga malam. “Baru dua orang itu saja,” kata dia menyebutkan praktek pembuatan sabu-sabu itu dilakukan sejak akhir November 2012 atau sekira tiga bulan.
Panjaitan mengaku jika “pabrik” sabu-sabu itu tidak meledak, polisi tidak akan mengetahuinya. “Kita akui itu, kalau tidak terjadi ledakan polisi tidak akan mengetahuinya,” ujar dia. Sementara itu, tersangka Edu, merupakan pembuat sabu-sabu sedangkan Warniati alias A Huan, warga Komplek Cemara Hijau, Medan dan Hengki, warga Bandung diduga sebagai pendana dan produsennya.
Diberitakan kemarin, pabrik sabu-sabu yang berada di lantai tiga Komplek JBBC meledak, Selasa (5/2) malam. Semula warga menduga terjadi kebakaran, kemudian menghubungi polisi. Namun saat diperiksa ditemukan bahan pembuatan sabu, termasuk alatnya seperti tabung gas, selang, vakum, timbangan, kipas pendingin kristal sabu, tabung kimia dan lainnya. (WSP/m27)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *