TOUR DE SINGKARAK 2013 LALUI PAYAKUMBUH

Payakumbuh, Sumbar (ANTARA News) – Ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2013 yang rencananya berlangsung 2-9 Juni, akan melewati kota Payakumbuh, karenanya Pemerintah Kota Payakumbuh segera mempersiapkan diri.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Ridha Ananda, Jumat mengatakan, kepastian Kota Payakumbuh dilewati Tour de Singkarak 2013 diketahui usai rapat koordinasi antara Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dengan Gubernur Sumbar serta 16 kepala daerah kabupaten/kota di Sumbar di Jakarta, Kamis (7/2).

Rapat tersebut, kata Ridha, memutuskan Tour de Singkarak 2013 akan melibatkan sembilan kabupaten dan tujuh kota di Sumbar, termasuk Payakumbuh. Jumlah daerah yang akan dilewati itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 14 kabupaten dan kota.

“Event Tour de Singkarak merupakan salah satu kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah pada dunia international. Karena itu, Pemkot Payakumbuh akan mempersiapkan diri untuk menyambut pelaksanaan event tersebut,” kata Ridha.

Menurut Ridha, tahun 2012 pihaknya mencoba memberikan tontonan berbeda pada peserta Tour de Singkarak dengan menampilkan permainan tradisi pacu terbang itik yang mendapat sambutan hangat dari peserta, panitia pusat bahkan jurnalis dari berbagai negara. Dia mengatakan, hal itu kemungkinan besar akan dipertahankan pada Tour de Singkarak 2013.

“Kita juga akan menjajaki kemungkinan sajian tradisi lain yang bisa kita tampilkan pada saat peserta Tour de Singkarak sampai di Payakumbuh,” kata dia.

Pelaksanaan Tour de Singkarak 2013 di Payakumbuh, menurut Ridha, juga mendapat dukungan penuh dari legislator di Payakumbuh dengan menyetujui anggaran penunjang pelaksanaan Tour de Singkarak. “Anggaran penunjang itu sekitar Rp350 juta,” kata Ridha.

Daerah-daerah yang akan dilewati pebalap Tour de Singakrak 2013 masing-masing, Padang, Pariaman, Padangpanjang, Solok, Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh, Solok, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Agam serta dua kabupaten lain akan melalui proses survei terlebih dahulu.

Total jarak tempuh tahun 2013 juga meningkat dari 854 kilometer menjadi 1.000 kilometer dengan hadiah yang juga meningkat dari sebelumnya Rp1 miliar menjadi Rp1,2 miliar.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to TOUR DE SINGKARAK 2013 LALUI PAYAKUMBUH

  1. Marko says:

    Pertama kalinya Ortu kami mekmbua lahan di Lembah Anai tahun 1960 utk pabrik kertas tahun sampai tahun 2000 batang Anai tidak pernah banjir seperti sekarang, karena ekosistem diatas kawasan Lembah Anai belum dijamah oleh tangan2 oknum yang tidak bertanggung jawab.Masalah gempa dan longsor dua hal yang berbeda penyebabnya, kami mengharapkan Pejabat terkait jgn asal ngomong tanpa ada penelitian, krn beberapa kali gempa di Sumbar tidak merusak permukaan jalan, bergesernya pondasi jembatan KA, rontoknya batu2an pada tebing2 sepanjang jalan di Lembah Anai, termasuk bangunan reot kami di sana tidak mengalami kerusakan.Masalah longsor & banjir di Lembah Anai ini disebabkan kerusakan lahan kawasan hutan lindung dan kawasan Wisata alam Lembah Anai (mega mendung), kami menduga kerusakan kawasan Lembah Anai ini disebabkan adanya pembiaran & ketidakmampuan penjagaan hutan lindung oleh Polsus hutan, padahal kelestarian alam pada Kawasan Wisata Lembah Anai harus kita jaga dgn baik.Melalui tulisan ini diharapkan Pemda mengambil langkah konkrit untuk menetapkan Kawasan Lembah Anai sebagai “Kawasan Wisata Terpadu yang bernuansa lingkungan” dimana Kawasan Wisata terpadu ini langsung dikelola dan diawasi oleh Pemda Sumbar dan Pemkab Tanah Datar.Tujuan ditetapkan Kawasan Lembah Anai sebagai sebagai kawasan Wisata Terpadu adalah ;1. Pembangunan harus sesuai masterplan kawasan2. Pengawasan hutan sekitar kawasan lebih ketat, agar kelestarian kawasan alam wisata dapat dijaga dgn baik.3. Mempermudah investor membangunan industri pariwisata di Lembah Anai.4. Pembangunan industri pariwisata berwawasan lingkunganSemoga tulisan ini dibaca oleh penjabat terkait, agar kelestarian kawasan Lembah Anai dapat dijadikan sebagai KUNJUNGAN WISATA ALAM DI SUMBAR.Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *