TIGA RUKO DI JALAN AYAHANDA DIBONGKAR

Medan-andalas Walau pembongkaran bangunan bermasalah terus gencar dilakukan namun masih ada juga warga yang nekad mendirikan bangunan tanpa izin. Salah satunya warga yang mendirikan bangunan 3 unit  rumah toko (ruko) di Jalan Ayahanda, persisnya sudut Gang Mantri Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Barat.

Karena bangunan tersebut diketahui dibangun tanpa Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), bangunan rukonya dibongkar paksa Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Rabu (6/2). Pembongkaran itu dipimpin langsung Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB Kota Medan, Ali Tohar.

Dalam pembongkaran itu, Ali Tohar menurunkan puluhan anggotanya dibantu petugas Satpol PP, pegawai Kelurahan Sei Putih Barat dan Kecamatan Medan Petisah. Di samping itu beberapa petugas dari Polseta dan Koramil setempat ikut turun guna mengamankan proses pembongkaran.

Berdasarkan amatan di lapangan, begitu tiba di lokasi, Ali Tohar sempat kesal melihat sikap sejumlah pekerja yang tetap saja bekerja tanpa mengacuhkan kehadiran mereka. Padahal, kata Ali Tohar, surat peringatan terakhir sudah diberikan kepada pemilik bangunan untuk mengosongkan lokasi.

Dengan nada sedikit tinggi, Ali Tohar minta kepada seluruh pekerja untuk menghentikan  pekerjaan. Selain itu, dia juga khawatir ketika proses pembongkaran berlangsung, pecahan material bisa mencederai para pekerja. Setelah para pekerja berhenti dan keluar dari lokasi bangunan, barulah pembongkaran dimulai.

Suara dinding rubuh saat pembongkaran tersebut spontan  mengundang warga sekitar langsung keluar dari rumah. Umunya mereka tidak menyangka jika bangunan yang proses pembangunannya telah rampung 40 persen ini ternyata tidak meiliki SIMB.

Setelah itu Ali Tohar memerintahkan anggotanya membongkar dinding samping yang bersebelahan langsung dengan Gang Mantri. Untuk merobohkan dinding samping ini, tim menggunakan martil besar karena dinding ini lebih kuat disbanding dinding bagian belakang.

Setelah bagian bawah dihancurkan, dinding selanjutnya didorong beramai-ramai dengan menggunakan kayu broti dan kayu laut sampai ambruk. Selanjutnya dinding depan bagian atas tidak luput dari pembongkaran.(BEN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *