POLISI TEMBAK PERAMPOK SPESIALIS SPBU

Jakarta (ANTARA News) – Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menembak salah seorang perampok spesialis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berinisial BM setelah ditangkap dan berusaha melarikan diri.

“Tersangka telah menjalankan aksinya sejak 2004 dengan sasaran karyawan SPBU yang akan menyetorkan uang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komsaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Anggota Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya menangkap buronan penjahat yang telah lama beraksi di Perumahan Metland, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/2) dinihari.

Rikwanto menuturkan petugas kepolisian sempat menginterogasi BM untuk mengembangkan informasi lokasi perampokan dan penangkapan terhadap enam pelaku lainnya.

Namun, tersangka tekad melarikan diri dan menghiraukan tembakan peringatan sehingga polisi melepaskan tembakan hingga BM menghembuskan napas terakhirnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto menjelaskan bahwa BM mengaku telah merampok uang milik pengelola SPBU yang akan disetorkan karyawannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta Timur.

Bahkan, kelompok tersangka BM pernah menggasak toko emas dengan menggondol 17 kilogram emas di Pasar Sentiong, Balaraja, Kabupaten Tangerang pada tahun 2004.

Sekitar 2008, BM juga merampok uang sekitar Rp12 juta di toko beras Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat dan mengambil uang tunai Rp800 juta di Jalan Tubagus Angke pada 2008.

Toni menyebutkan pelaku membawa senjata api saat menjalankan aksi jahatnya, bahkan tidak segan melukai korbannya.

Saat ini, aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memburu beberapa pelaku lainnya, yakni ST, SR, AG, PL, TI dan CRL, serta otak pelaku dan penyedia senjata api, yaitu ST, PL, dan CL.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *