PNS PEMKO MEDAN GALAU

Dua Bulan Belum Terima TPP

Medan-andalas Dampak defisit anggaran belanja Pemerintah Kota (Pemko) Medan tahun 2012 ternyata tidak hanya membuat sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menunggak membayar jasa rekanan, tapi ribuan PNS juga dibuat galau akibat belum menerima tambahan penghasilan pegawai (TPP) dan uang makan selama dua bulan.

Informasi dihimpun andalas di Balai Kota Medan, Rabu (6/2), sejak dua bulan terkahir yakni Januari-Februari 2013, sebanyak 26.700 orang PNS di jajaran Pemko Medan (tidak termasuk guru) belum menerima TPP dan uang makan, mereka hanya menerima gaji pokok.

“TPP bulan dan uang makan bulan Januari lalu katanya akan dibayar sekaligus di Februari ini, tapi sampai sekarang belum ada juga. Pada bulan Februari ini saya juga hanya terima gaji pokok,” kata salah seoarang PNS di Sekretariat Daerah Kota Medan.

PNS Golongan IIIa, yang tidak mau disebut namanya ini, mengatakan, di luar gaji pokok biasanya dia juga menerima uang makan dan TPP sebesar Rp1.750.000 setiap bulanya. Namun dua bulan terakhir ini, hal itu tidak ada dia terima.

“Kabarnya itu (TPP dan uang makan, red) tidak cair karena kas kosong. Harapan kita gajian bulan Maret nanti bisalah dibayar sekaligus,” harapnya.

Sesuai peraturan Wali Kota Medan No 3 tahun 2012 tentang Penggajian dan Tambahan Penghasilan PNS di jajaran Pemko Medan, besaran tambahan penghasilan pegawai ditetapkan sesuai golongan, beban kerja, dan jabatan.

Untuk eselon II/a sampai dengan eselon IV/b, paling rendah Rp1 juta dan paling tinggi Rp 2,5 juta. Sedangkan staf golongan IV Rp1 juta, staf golongan III Rp750.000, dan staf golongan II Rp500.000, dan staf golongan I Rp500.000.

Sementara untuk kepala dinas dan kepala badan Rp7,5 juta, sekretaris dan kepala bagian Rp3,5 juta, sekretaris daerah Rp30 juta, asiten Rp15 juta, staf ahli
Rp10 juta.

Sedangkan untuk fungsi pengawasan seperti Kepala BPPT menerima Rp10 juta, sekretaris Rp5 juta, Camat Rp7,5 juta, Sekretaris Kecamatan Rp2,5 juta, Lurah Rp3 juta, Sekretaris Kelurahan dan Kasi pada Kelurahan Rp1,5 juta, Kepala Puskesmas Rp3 juta, dan Kepala Puskesmas Pembantu Rp2 juta.

Selain tunjangan yang belum dibayar, Uang Pendahuluan (UP) kegiatan di sejumlah SKPD dan kecamatan di jajaran Pemko Medan juga belum dibayar. Akibatnya, kegiatan SKDP dan kecamatan khususnya dibidang administrasi, nyaris lumpuh.

Sedangkan uang pendahuluan kegiatan bagi dinas, badan, dan kantor masing-masing biasanya menerima Rp200 juta, dan khusus Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Medan menerima p500 juta.

Kepala Kesbanglinmas Kota Medan Ceko W Ritonga saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa uang pendahuluan kegiatan SKPD sudah mulai dicarikan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan.

“Tadi BPKD sudah menghubungi saya supaya melengkapi data-data untuk pencairan UP itu. Kalau kas Pemko Medan diisukan kosong, saya kira itu tidak benar,” kata Ceko usai menghadiri acara talkshow di Studio Radio Starnews, Komplek Riko Griya Riatur.

Sedangkan terkait dana TPP dan uang makan PNS di jajaran Pemko Medan, memurut Ceko, memang belum waktunya untuk dicairkan. “TPP dan uang makan itu biasanya kita terima per tiga bulan atau kerja dulu baru terima, berbeda dengan gaji pokok. Jadi, tidak benarlah kas Pemko Medan itu kosong,” tandasnya. (BEN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *