PEJABAT SIMALUNGUN SEPERTI PENUMPANG INTRA TUJUAN MEDAN

Simalungun-andalas Sejak 28 Oktober 2010, DR JR Saragih SH MM memimpin pemerintahan di Kabupaten Simalungun telah 21 kali melakukan gonta-ganti pejabat struktural maupun fungsional. Parahnya, hari pertama kerja seusai  dilantik oleh Mendagri melalui Gubsu, bupati berlatarbelakang TNI ini, langsung mencopot Jamasdin Purba, SH dari jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Salah satu orang dekat JR Saragih yang tak setuju namanya dituliskan mengibaratkan, gonta ganti pejabat di Pemkab Simalungun, karena bupati menganggap para PNS di wilayah kekuasaannya banyak haus jabatan, seperti penumpang bus Intra Patas jurusan Medan.

Pasalnya, penumpang yang akan naik dari Tebing Tinggi tujuan Medan siap bayar ongkos dari Pematang Siantar.”Alhasil, penumpang yang telah lebih dulu beli tiket dari Pematang Siantar, diturunkan di Tebing Tinggi,”ujar sumber yang dekat dengan Bupati Simalungun JR Saragih, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, sumber tadi tak menjelaskan soal beli tiket dimaksud. Saat didesak apakah itu beli kursi untuk menduduki jabatan struktural maupun fungsional di Pemkab Simalungun, dia tak membantahnya.

Jika dikaitkan dengan isu yang terus berkembang di Sekretariat Pemkab Simalungun yang menyebut, ada uang ada jabatan, semakin jelas, beli tiket tersebut adalah untuk mendapatkan kursi atau jabatan.

Sayang, Bupati Simalungun JR Saragih, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi. Nomor telepon selulernya, sulit didapat, ditambah sangat jarang ngantor di Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya. Kalau hendak ditemui di rumah dinas, juga sangat sulit. Maklum, ajudan yang berada di sekelilingnya kebanyakan berlatar belakang TNI.

Was-was

Para PNS yang menduduki jabatan saat ini tidak merasa nyaman bekerja untuk melayani masyarakat. Barangkali, ini diakibatkan tidak adanya semacam jaminan atau kebiasaan semasih bupati sebelumnya bahwa yang menduduki jabatan tersebut, akan dipertahankan menduduki jabatan itu hingga satu atau dua  tahun anggaran.

Barangkali, tepatlah sebagaimana diibaratkan orang dekat JR Saragih tersebut. Bisa saja banyak PNS memenuhi syarat secara kepangkatan meski tak sesuai bidangnya berambisi untuk duduk di jabatan tersebut, walau tak ada kepastian berapa bulan dia menjabat. Lalu, mungkin juga yang berkeinginan itu juga mau membayar tiket mahal meski hanya beberapa bulan saja dipangkunya.

Selain itu, ditemukan juga sejumlah pejabat menduduki jabatan tak sesuai dengan disiplin ilmunya.Misalnya, Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset dijabat Ir Jan Waner Saragih, Kepala Dinas Kehutanan dijabat Sudiahman Saragih SH. Akibat tidak tepat sebagaimana tupoksinya, dikhawatirkan pelayanan kepada masyarakat tidak sesuai harapan. (LS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *