LAMBAN, PENANGANAN LONGSOR DI SDN 173665 DESA HATINGGIAN

Lumban Julu-andalas Bagi negara maju pendidikan merupakan tolok ukur pembangunan yang sangat diprioritaskan. Bagi masyarakat pecinta pendidikan seharusnya harus memelihara keselamatan, supaya terhindar dari berbagai bentuk yang dapat merusak gedung sekolah.

Pantauan andalas yang langsung terjun ke lokasi SDN No 173665 bersama anggota DPRD Tobasa Mangapul Siahaan, kemarin, beberapa masyarakat yang saat itu gotong royong menggali pembuangan air untuk penyelamatan gedung SD itu. Menuut masyarakat dan beberapa guru, penyebab terjadinya longsor akibat luapan air yang diduga disengaja oknum Sekdes Hatinggian.

Perlu diketahui Kompleks SDN 173665 berada di samping jurang yang sangat dalam, sekitar 100 meter tanahnya bercampur pasir. Akibat derasnya hujan, luapan air hujan yang sengaja dibuang ke kompleks SD ini oleh oknum Sekdes Hatinggian, terjadi longsor pertama (27/12) tahun 2012.

Tidak adanya arahan untuk mengantisipasi longsor susulan, baik dari dinas terkait, Dinas PU, Dinas Tarukim dan anggota DPRD daerah pemilihan 3, menyebabkan oknum Sekdes sesuka hati membuang luapan air hujan ke kompleks SDN 173665.

Alhasil terjadi longsor susulan pada tanggal 3 Februari 2013 persis di samping kanan gedung sekolah SDNĀ  173665. Akibat longsor, ruangan kelas terpaksa dikosongkan untuk menjaga hal-hal tidak diinginkan bagi murid dan guru yang sedang memberi mata pelajaran di ruangan kelas.

Andalas dan anggota DPRD Tobasa Mangapul Siahaan, setelah mendapat informasi ini langsung turun ke TKP. Mangapul langsung memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam B Simanjuntak.

Sebelum sampai di lokasi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Alam sudah ada 2 orang di lokasi yakni H Simanjuntak dan T Silalahi. Kaban Penangulangan Bencana Alam B Simanjuntak mengatakan, guru-guru dan anggota DPRD Mangapul Siahaan, akan mengupayakan mobil dan alat berat dari Dinas PU Tobasa untuk menimbun longsor.

Kepala SDN 173665, T Sinaga mengharapkan dinas terkait supaya memberikan perhatian serius menangani bencana yang terjadi di SD itu, demi kelanjutan pendidikan bagi murid-murid di sekolah tersebut. Rabu (6/2) andalas, sengaja hendak menemui Kadis Pendidikan Tobasa Dra Mariani Simorangkir untuk melaporkan keadaan longsor, tapi Kadis Pendidikan kurang siap ditemui wartawan.

Ada dugaan Pilkada di Tapanuli Utara sudah dekat, menurut informasi beredar, Mariani Simorangkir akan mencalonkan diri menjadi wakil bupati berpasangan dengan Pinondang Simanjuntak, karenanya mungkin lagi sibuk, jadi tidak sempat melayani tamu. (RT)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *