GAS ELPIJI 3 KG MENGHILANG

Diduga Dikomersilkan Mafia Gas

Medan-andalas Masyarakat di sejumlah daerah di Sumatera Utara kembali diresahkan dengan menghilangnya gas elpiji ukuran 3 kilogram. Kelangkaan ini menyebabkan harga gas elpiji ukuran 3 Kg melonjak hingga mencapai 100 persen.

Akibatnya banyak masyarakat yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, sebab minyak tanah untuk memasak pakai kompor pun saat ini sangat sulit ditemukan pascakonversi minyak tanah ke gas.

Menghilangnya gas elpiji bersubsidi kebutuhan rumah tangga di sejumlah daerah ini diakui kalangan anggota DPRD Sumut. Hal ini dibuktikan dengan hasil temuan kalangan anggota DPRD Sumut dan pengaduan dari masyarakat yang disampaikan kepada anggota dewan.

Seperti temuan yang diungkapkan Bendahara Fraksi PAN DPRD Sumut Muslim Simbolon MA dan anggota FP Golkar Mulkan Ritonga kepada wartawan, Kamis (7/2) di DPRD Sumut, setelah menerima pengaduan masyarakat dari sejumlah kabupaten/kota seperti Asahan, Labuhan Batu, Batu Bara, Deli Serdang, dan Langkat.

“Ada tiga masalah soal gas ini yang sedang dihadapi masyarakat, pertama menyangkut kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg. Kedua, kalau pun ada ditemukan di lapangan harganya sangat tinggi, mencapai Rp20 ribu – Rp30 ribu per tabung. Padahal harga normalnya selama ini hanya Rp15 ribu per tabung. Kemudian, isinya juga terjadi pengurangan, hanya 4,2 Kg (ada kekurangan 8 0ns,red),” beber Muslim.

Akibat kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg tersebut, tambah Wakil Ketua DPW PAN Sumut, masyarakat di sejumlah kabupaten/kota mengalami keresahan dan kekecewaan, sehingga berulangkali meminta lembaga legislatif untuk mendesak instansi terkait agar secepatnya menyuplai gas.

“Jangan sampai masyarakat kembali ke zaman batu menggunakan kayu bakar untuk memasak,” tegas Muslim.

Muslim dan Mulkan mengatakan, kelangkaan gas elpiji kebutuhan rumah tangga ini bukti pemerintah kurang mampu mensuplai serta menjaga stabilitas harga dan barang di pasaran, termasuk kurang siap mengkonversi minyak tanah ke gas. Di sini seharusnya pemerintah melalui instansi terkait yang menanganinya mampu menjamin ketersediaan barang maupun stabilitas harga.

“Disperindagsu maupun Pertamina harus bertanggung jawab atas kelangkaan gas ini. Kebutuhan masyarakat harus segera disuplai, jangan sampai ada tudingan di masyarakat ada permainan spekulan di lapangan oleh mafia gas, sehingga gas tidak sampai ke tangan masyarakat,” tegas Muslim.

Selain itu, tambah politisi vokal ini, Pemprovsu juga harus proaktif menuntaskan keluhan masyarakat tentang kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg tersebut, jangan biarkan rakyat menderita akibat adanya kesibukan lain, karena dampak kelangkaan gas terhadap masyarakat sangat besar, yakni tidak bisa lagi memasak, kecuali menggunakan kayu bakar.

“Di sini pemerintah kita harapkan mengatur kembali penyaluran sistem subsidi gas, karena ada indikasi gas elpiji ukuran 3 Kg ini dikomersilkan oleh mafia gas menjelang adanya rencana pemerintah menaikkan harga gas,  sehingga terjadi kelangkaan dan ketersediaan gas tidak lagi terjamin untuk masyarakat,” timpal Mulkan sembari mengingatkan, jikapun ada ditemukan gas di pasaran, harganya sangat mahal dan isinya sudah disedot mencapai 8 ons per tabung.(UJ)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *