DIKECAM, MUTASI PEJABAT DI PEMKAB LANGKAT

Stabat-andalas Mutasi merupakan hal yang biasa bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Namun, mutasi yang dilakukan tidak jarang menjadi pergunjingan dan perdebatan yang hangat, sekaligus mengundang kecaman berbagai kalangan.

Sebagai contoh adalah mutasi dilakukan Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, baru-baru ini.Kabag Humas Drs Rudi Kinandung yang baru bertugas sekitar 6 bulan, diganti. Begitu juga Kabag Umum dan Perlengkapan Drs H Binawan. Kendati dikenal sebagai pejabat ‘yang bersih’ namun harus rela menduduki pos baru sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan PMD.

Akibatnya, timbul dugaan, penggantian pejabat bukan didasarkan kepada prestasi (promosi) dan kebutuhan, tapi juga ikut ditentukan faktor politik. Bahkan, banyak yang menuding mutasi ikut ditentukan faktor uang.

Sebagaimana dikatakan Ketua ICW (Indonesian Corruption Watch) Langkat, M Mas’ud MZ kepada andalas di Stabat, Kamis (7/2), masih banyak pejabat lain lebih pantas untuk diganti. Sebut saja, Kadis PU Ir Bambang Irawadi dan Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Ali Mukti Siregar.

Namun anehnya, walaupun kerap diterpa masalah, keduanya tetap aman. Mas’ud menegaskan, seharusnya bupati lebih memikirkan menunjuk Kadis Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) yang baru. Sebab, setelah lengsernya Drs Syam Sumarno, Dinas P dan P Langkat hanya dipimpin Plt Kadis.

“Seharusnya penggantian Kadis PU, Kadis Perikanan dan Kelautan serta Kadis P dan P yang lebih diperhatikan, sebab baik Kadis PU maupun Kadis Perikanan dan Kelautan kerap diterpa masalah.  “Sedangkan untuk jabatan Kadis P dan P sampai sekarang masih dirangkap oleh Asisten II,” ujarnya.

Kadis PU Ir Bambang Irawadi misalnya, hampir setiap tahun dituding korupsi, sehingga kerap menjadi temuan BPK. Karena itu, tidak mengherankan jika dia dilaporkan ICW Langkat sampai ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal sama terjadi pada Kadis Perikanan dan Kelautan, Ir Ali Mukti Siregar. Bahkan, bentrok nelayan terkait dengan masih beroperasinya pukat gerandong di perairan Kabupaten Langkat beberapa waktu yang lalu bisa menjadi bukti dari buruknya kinerja Ali.

“Jadi, jelas, mutasi bukan dilakukan atas dasar prestasi dan kebutuhan, tapi karena faktor suka atau tidak suka.Bahkan, banyak menuding, mutasi juga ikut ditentukan faktor kedekatan dan uang,” ujar Mas’ud.(BD)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *