ASISTEN AFDELING PTPN III ASAHAN MERASA DIZALIMI

Asahan-andalas Maraknya perlakuan Estetika terhadap tanaman sawit PTPN III Distrik Asahan, yang berada di setiap pinggir jalan umum berakibat sejumlah Asisten Kebun dan Afdeling, merasa terzalimi.

Demikian diungkapkan Ketua DPP LSM FOKUS Syaid Muhsi didampingi H Rangkuti, Amir DS dan Teci S dari pemerhati kinerja BUMN kepada andalas di Buntu Pane, Rabu (7/2).

Menurut mereka, dari pengakuan sejumlah asisten Afdeling di wilayah kerja Distrik Asahan (Dasah), tindakan estetika dilakukan, sesuai perintah Manajemen PTPN III Dasah. Bahwa kebun yang berada di pinggir jalan dengan radius lebih kurang 30 meter dari parit jalan umum hingga ke dalam harus dalam keadaan bersih tanpa ada tanaman kacangan seperti pada gambar di atas (gambar-red).

Pekerjaan membuat area kebun di pinggir jalan tersebut bersih dari tanaman lainnya sesuai pengakuan asisten menurut mereka bahwa hal itu dinamakan tindakan estetika. Dan tindakan dilakukan pembiayaannya dibebankan kepada para asisten yang wilayah kerjannya berada di pinggir jalan umum.

Tindakan estetika tersebut biayanya tidak dibebankan ke Manajemen PTPN melainkan merogoh kocek masing-masing atau dengan kata lain dana pribadi sang asisten.

“Tindakan estetika yang disarankan manajemen ini perbuatan penzaliman terhadap para asisten yang wilayah kerjannya di pinggir jalan umum, tapi kami mau bilang apa, ini perintah manajemen,” kata Said, menirukan ucapan Asisten Kebun.

Sementara, hasil pantauan dan konfirmasi di PTPN III Kebun Sei Silau di Afdeling IV, Bambang Surianto mengatakan, tindakan estetika dilaksanakan di wilayah Afdelingnya tersebut merupakan perintah manajemen.

“Tentunya beban pembiayaan baik pembelian racun rumput dan segala tindakan lainnya menggunakan dana pribadi,”pungkasnya. (FAS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *