KORBAN TEWAS LONGSIR TAMBANG EMAS BERTAMBAH

MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mandailing Natal dan personel kepolisian menemukan lagi dua penambang emas yang tewas akibat longsor di lokasi pertambangan masyarakat di Desa Hutajulu, Kecamatan Hutabargot.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal Rizfan Juliardi yang dihubungi Antara di Medan, Rabu, mengatakan dua korban yang ditemukan itu diketahui bernama Danan (32) dan Zulhan yang merupakan penduduk Penyabungan.

Dengan ditemukannya dua korban, jumlah penambang emas tewas tertimbun longsor yang telah ditemukan sebanyak tiga orang.

“Kemarin (Selasa, 5/2) ditemukan satu orang atas nama Hendra usia 28 tahun, penduduk Kecamatan Siabu,” katanya.

Menurut Rizfan, ketiga penambang emas yang tewas tersebut telah dibawa ke RS Umum Daerah di Penyabungan untuk diotopsi.

Pihaknya menghentikan sementara penggalian korban longsor tersebut disebabkan sulitnya lokasi yang berada di Desa Hutajulu, Kecamatan Hutabargot itu.

Apalagi hujan yang cukup lebat masih terjadi sehingga dikhawatirkan menimbulkan longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan petugas evakuasi.

Pihaknya juga menunggu tim yang dikirim Kantor SAR Sibolga yang akan membantu proses penggalian dan evakuasi korban longsor tersebut.

Untuk tidak mengganggu proses evakuasi, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian.

Sebelumnya, pertambangan emas di Mandailing Natal mengalami longsor pada Selasa (5/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat peristiwa itu, sejumlah penambang emas tertimbun dan tiga di antaranya telah ditemukan tewas.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *