DUA WILAYAH SUMUT DILANDA BANJIR

LANGKAT – Seluas 851 hektare areal pertanaman padi di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, yang sudah ditanami padi berumur 10–35 hari, terkena banjir meski belum mengalami puso.

“Lahan pertanaman tersebut terkena banjir karena hujan yang terjadi beberapa hari ini di wilayah Langkat,” kata Kepala Dinas Pertanian Langkat Haji Basrah Daulay di Stabat, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa luas lahan pertanaman padi yang terkena banjir tersebut keseluruhannya berada di empat desa yang ada di kecamatan Tanjungpura.

Hujan yang terjadi pada hari Jumat (1/2) dengan ketinggian air mencapai 70–100 sentimeter itu telah berdampak terhadap 966 hektare areal persawahan, dan seluas 851 hektare di antaranya terkena banjir, katanya.

“Hingga hari ini, belum ditemukan adanya puso terhadap pertanaman padi yang terkena banjir,” katanya.

Basrah menyampaikan kawasan yang terkena banjir itu terdiri atas Desa Pematang Cengal seluas 387 hektare dengan umur tanaman 10–20 hari dari varietas ciherang.

Kemudian, di Desa Baja Kuning seluas 229 hektare dengan umur tanaman antara 10–35 hari dari varietas ciherang, inpari, indragiri, DG-1, dan lokal.

Daerah Pematang Cengal Barat seluas 225 hektare dengan umur tanaman antara 2–35 hari dari varitas ciherang, indragiri, inpari-3/inpari-13, dan daerah Pekubuan seluas 10 hektare, dengan umur tanaman antara 7–20 hari, katanya.

Pada bahagian lain, Basrah juga menjelaskan, selain pertanaman padi, ada juga areal persemaian yang terkena banjir.

Seperti di Desa Suka Maju dari luas persemaian 10 hektare, maka yang terkena banjir seluas 5 hektare. Demikian juga, di Desa Pekubuan dari luas persemaian 3,5 hektare, yang terkena seluruhnya.

Pihaknya telah menerjunkian tim ke sana untuk terus melakukan pemantauan, sekaligus memberikan berbagai upaya untuk penangulangannya.

“Kita berharap tidak terjadi puso pada pertanaman padi petani tersebut,” ujarnya. Basrah juga menyampaikan bahwa pertanaman ini merupakan sisa tanam akhir tahun 2012 seluas 29.492 hektare, yang dikonversi ke tahun 2013.

“Jadi, tidak ada pengaruhnya terhadap produksi padi maupun beras yang telah ada karena merupakan pertanaman sisa akhir tahun,” ujarnya.

Tak hanya di Langkat, seratusan rumah warga di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terendam banjir dikarenakan hujan deras yang mengguyur sejak dua hari terakhir.

Lurah Sei Renggas, Zamzami El Wadip, mengatakan, selain hujan deras, banjir juga dipicu air kiriman dari hulu melalui sungai-sungai atau tali air di kawasan itu, sehingga menambah ketinggian air.

“Hujannya deras. Apalagi di bagian hulu hujan, sehingga air naik ke pemukiman penduduk,” kata Zamzami saat dikonfirmasi, hari ini.

Dia menjelaskan, ketinggaian air cukup bervariasi hingga mencapai 1,5 meter. Daerah terparah berada di Kecamatan Tinggi Raja, Buntu Pane, dan Setia Janji. Sedangkan, wilayah Kecamatan Kisaran Barat, khususnya Kelurahan Sei Renggas, tidak begitu tinggi.

“Untuk daerah Buntu Pane dan Setia Janji, air diperkirakan naik mulai semalam pukul 20.00 WIB. Sedangkan di Kelurahan Sei Renggas air naik sekira pukul 22.00 WIB,” jelasnya.

Para korban, sambungnya, kini mengungsi ke posko darurat yang dibuat warga. Setelah air surut, mereka kembali ke rumah masing-masing. “Sebagian tempat ada yang sudah surut, namun ada juga yang belum,” terangnya.

Sementara itu, seorang warga Sei Janji, Mardin Syahputra, berharap Pemerintah Kabupaten Asahan mampu mengatasi masalah banjir tersebut. Apalagi dalam sepekan ini, banjir sudah dua kali menerjang pemukiman mereka.

“Kawasan ini sudah dua kali banjir, dan ini untuk kali kedua yang terparah. Apalagi hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah,” keluhnya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *