ULAMA KECAM PRAKTIK PROSTITUSI DI BIREUEN

BIREUEN, KOMPAS.com — Ulama di Kabupaten Bireuen menyayangkan munculnya praktik prostitusi yang terkuak pasca-penangkapan lima mucikari perempuan yang melibatkan sejumlah pelajar SMP dan SMA menjadi pekerja seks di wilayah tersebut.

Seperti diutarakan Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Kecamatan Jeunieb, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab, remaja saat ini rentan krisis moral dan keimanan sehingga rentan pula terjangkiti perbuatan kotor yang dilarang agama.

“Di sini peran orangtua demikian penting dalam bertanggung jawab membina dan membimbing anak-anak mereka di jalan yang benar,” kata lelaki yang akrab disapa Tu Sop ini.

Tu Sop mencontohkan, minimnya mata pelajaran agam di sekolah umum juga menjadi pendorong berkurangnya nilai moral dalam kehidupan remaja, khususnya anak sekolah. “Kalaupun ada hanya pelajaran umum yang tidak menyentuh akhlak, keimanan, dan moral,” kata Tu Sop, Rabu (6/2/2013).

Ditambah dengan minimnya bimbingan orangtua di rumah yang membiarkan anak, apalagi perempuan, untuk bergaul bebas pada malam hari.

Hal senada diungkapkan Tgk Nurhayati, ulama perempuan yang juga mengecam prostitusi di Bireuen. Ia mengaku risau membayangkan jumlah korban lain yang lebih banyak dan masih belum terkuak. “Bukan tidak mungkin banyak pelaku atau korban lain bermunculan. Sangat disayangkan jika dibiarkan tanpa tindakan arif sejumlah pihak,” ujar Nurhayati.

Khususnya bagi perempuan, Nurhayati mengaku, siraman kasih sayang disertai bekal pendidikan agama yang kuat harus ditanamkan sejak kecil. Jika tidak, perubahan dunia sejalan dengan kecanggihan teknologi menjadikan si anak terbuai jauh untuk kehidupan dunianya saja sehingga melupakan kehidupan akhirat kelak.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *