TANGKAP PEJUDI, POLISI DIHADANG ANGGOTA DPRD

BINJAI-PM : Aksi polisi meringkus pemain judi di Jalan Antara, Kelurahan Kartini, Kec. Binjai Kota, Senin (4/2) siang, mendapat perlawanan anggota DPRD Binjai dan warga. Mobil petugas yang memboyong tersangka berinisial H. Kita, dilempar warga hingga pecah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun POSMETRO. Senin pagi, polisi mendapat info kalau di sebuah warung di Jalan Antara berlangsung permainan judi bola dan togas. Petugas langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Setibanya di lokasi petugas yang mengendarai mobil Avanza BK 1185 BW, langsung mengerebek warung kopi itu. Dan disana mereka mendapati beberapa orang yang memang tengah melakukan aktivitas perjudian. Itu terbukti dengan diamankannya sebuah laptop dan hape yang berisikan nomor judi togas.

“Gitu kita temukan tersangka yang kita curigai dan berinisial H. Kita langsung mengamankan barang bukti hape berisikan nomer togel dan sebuah laptop,” kata salah seorang petugas polisi.

Mereka pun mengamankan tersangka berserta barang bukti. Namun ketika hendak menutup pintu mobil dan membawa tersangka ke Mapolres Binjai, seorang anggota DPRD Binjai bernama H. Kires berada di pintu mobil yang mau ditutup, akibatnya petugas tidak bisa menutup pintu. Terlebih, beberapa warga di sana juga tampak menonton peristiwa tersebut.

“H. Kires, langsung menghalangi kami mau menutup pintu mobil. Dia bertanya, mau apa kalian mengamankannya. Mana barang buktinya kalau dia pejudi,” ucap personil polisi tersebut mengulang pertanyaan Kires kepada mereka.

H.Kires pun mendebat polisi. Di tengah perdebatan, petugas langsung menutup pintu dan kabur memboyong tersangka. Malang, saat melaju warga malah melempar mobil petugas dengan batu dan membuat kaca mobil pecah.

Kanit Pidum II Pidum H Tobing, membenarkan ada penyerangan saat mengamankan pelaku. Kini pihaknnya sedang mendalami kasus ini dan mencari tahu siapa sebenarnnya bandar judi disana. “Untuk sementara kita inisialkan dulu pelaku yang kita amankan. Memang kita sempat diserang dan kaca mobil kita pecah,” tegas Tobing singkat.

Terpisah H Kires anggota DPRD Binjai membantah kalau menghalang-halangi petugas yang mengamankan tersangka. Menurutnya, yang dilakukan hanyalah sebagai tokoh masyarakat untuk mempertanyakan perihal penangkapan warga tersebut. “Nggak ada menghalang-halangi petugas kita, hanya mempertanyakan saja penangkapan warga itu,” tegas H. Kires singkat. (bam/bud)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *