SAPI-SAPI BETINA PRODUKTIF MASIH DIPOTONGI

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Program pemerintah untuk mencapai swasembada daging pada 2014 dinilai kurang berhasil diterapkan. Program pembatasan impor sapi bakalan, pada satu sisi, justru dianggap mempertinggi pengangguran.

Ketua Perkumpulan Pedagang Daging Bandar Lampung Tampan Sujawardi menyatakan pesimistis program swasembada daging tahun 2014 yang digaungkan Kementerian Pertanian bisa berhasil.

“Program Menteri terlalu teoretis dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Contohnya, di Lampung, saat ini justru banyak sapi betina yang dipotong di penjagalan. Hampir 50 persen yang dipotong itu sapi betina. Ini karena sapi betina lebih murah dibanding jantan,” tutur Tampan, Rabu (6/2/2013).

Sebelumnya, pemerintah telah mewanti-wanti para peternak agar tidak memotong sapi betina produktif. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan dana insentif yang diberikan kepada pemilik sapi betina yang hamil. “Kontrol pemerintah itu nyatanya tidak sampai di lapangan,” ungkapnya.

Ia menilai, kebijakan pembatasan kuota impor sapi bakalan di Lampung telah mengakibatkan tersendatnya pasokan daging sapi ke penjual. “Kandang-kandang feedlot (penggemukan sapi) banyak yang kosong. Pekerja di feedlot pun mulai diberhentikan saat ini. Saya bukan membela feedlot, tetapi usaha jenis ini, kan, memberi nilai tambah daripada sekadar mengimpor daging. Itu menyerap tenaga kerja,” tuturnya.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *