PETANI BANDAR KHALIFAH DISERBU PRIA BERKELEWANG

Oknum Brimob Diduga Terlibat, 1 Warga Kritis

MEDAN-PM : Belasan pria bersenjata tajam tiba-tiba menyerbu petani di lahan garapan Pasar II Gang Jati Dusun II Desa Bandar Khalifah, Kec. Percut Sei Tuan, Senin (4/2) pukul 15.00 Wib. Dalam penyerbuan yang diduga melibatkan oknum Brimob itu, seorang warga kritis dianiya dan dibacok.

Menurut sumber di lokasi kejadian, penyerbuan itu berlangsung saat 7 petani hendak mentraktor tanah untuk ditanami ubi. Namun tiba-tiba belasan orang yang menaiki 2 mobil yakni Mitsubishi Strada putih BG 9216 AN dan Mobil Rocky Hitam BK 1050 FJ dan bersenjatakan lengkap, seperti kampak, klewang, parang panjang, panah. Warga yang melihat itu pun berhamburan berlarian menyelamatkan diri

Malang, salah seorang diantaranya, Feri (28) warga Jalan Tambak Rejo Gang Pendidikan Desa Amplas Kec. Percut Sei Tuan ini gagal melarikan diri dan dianiaya. Setelah itu dibawa masuk ke dalam mobil Strada putih. Feri pun dibawa ke kawasan Jalan Batang kuis-Tanjung Morawa, dan selama di perjalanan Feri dianiaya kembali hingga kritis.

Setelah dianiaya dan dalam keadaan kritis, Feri pun diantar para pelaku ke Klinik Syifaaur Rahman II yang berada di Jalan Batang kuis-Tanjung Morawa untuk mendapatkan pertolongan, dan setelah itu para pelaku kabur meninggalkannya di klinik.

Kemudian Diketahui kalau para pelaku penyerangan diotaki oleh Nanang cs, dan juga diketahui kalau Nanang merupakan anak dari Pingul yang dikenal sebagai penggarap lahan. Nanang pun tidak sendirian, ia dibantu dengan kelompoknya yang diketahui beberapa orang diantaranya, Panjang (35) dan Boneng (30).

Menurut keterangan Sunar (25) saksi mata di lokasi mengatakan kalau saat itu mereka ada sekitar 7 orang diantaranya, Feri (28), Pance (28) dan Frans tengah mentraktor lahan garapan mereka untuk ditanami ubi. Sementara itu saksi lainnya di lokasi, Sulis (28) mengatakan sempat melihat Feri ditangkap para pelaku, sebelumnya dipukuli dan dibacok. “Kami kan lari semua, tapi ia (Feri) ditangkap. Ia mau lompati parit, tapi keburu ditangkap. Aku lihat kepala dan tangannya itu dibacok pake klewang di dalam parit, terus dipukuli, baru dibawa masuk kedalam mobil putih dibawa kabur,” ujar pemuda berkulit hitam ini.

Setelah itu korban pun dibawa masuk kedalam mobil strada dan di dalam mobil kembali dipukuli oleh para pelaku. Saat di klinik, korban yang dalam keadaan kritis sempat mengatakan kalau dirinya dipukuli oleh Nanang. “Aku dibawa naik mobil putih, dan didalamnya ada 4 orang, Nanang, Boneng, Panjang sebagai supir dan satu lagi anggota Brimob, Edianto namanya,” jelasnya sambil tertatih.

Sama halnya dengan Sulis, ia juga mengatakan kalau pada saat penyerangan, oknum polisi Edianto tersebut juga mengacungkan senjata dan mengarahkan kepada mereka hingga lari ketakutan. “Polisi itu (Edianto) ngeluarkan senjata dan ngarahkan sama kami. Kami ketakutan makanya sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Tapi kasian si Feri, dia yang ketangkap pas mau lompat parit,” tambahnya.

Pantauan di lokasi kejadian, 2 buah sepeda motor yakni satria BK 4752 KU milik feri dan RX king milik Pance dicampakkan ke dalam parit oleh para pelaku dan traktor yang turut dirusak.

Saat ditanyai kepada perawat yang menangani luka korban diketahui kalau korban mengalami luka bacok pada bagian kepala, luka bacok pada bagian tangan kanan dan lula lebam di bagian muka. “Kalau luka di kepalanya ada 30 jahitan, dibagian tangan kanannya ada 15 jahitan, dan luka memar dan lebam di bagian wajah,” ujar salah seorang perawat.

Kompol Arinal, Kapolsek Percut Seituan didampingi Kanit Reskrim, AKP Faidir Chan saat dilokasi mengatakan telah menangkap otak pelaku Nanang. Dan menambahkan kalau kasus ini dilimpahkan ke Polresta Medan. “Kita sudah menangkap otak pelaku, Nanang, berikut mobil Strada Putih, yang ditemukan di depan rumah Anto Lembu. Tapi tak ada kaitannya. Dan pihak kami telah berkoordinasi dengan Polresta, kalau kasus ini diserahkan ke Polresta Medan yang akan menangani,” ujarnya saat di lokasi.

Terkait salah seorang pelaku yang merupakan anggota Brimob, AKP Faidir Chan, mengatakan masih dalam penyelidikan. “Masih kita selidiki. Kita belum mengetahui pastinya, apakah benar adanya keterlibatan salah seorang anggota Brimob,” terangnya. (bay/bud)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *