PEDAGANG DAGING DI BANDAR LAMPUNG GULUNG TIKAR

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Tingginya harga daging sapi beberapa bulan terakhir di Kota Bandar Lampung telah melemahkan daya beli konsumen. Akibatnya, omset para pedagang daging pun anjlok. Sebagian dari mereka gulung tikar.

Seperti terlihat di Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung, Rabu (6/2/2013), sejumlah lapak-lapak daging sapi kosong. Pedagang tidak berjualan. Bahkan, sebagian lapak ini berganti dengan komoditas lain.

Ketua Perkumpulan Pedagang Daging Bandar Lampung, Tampan Sujawardi mengatakan, akibat tingginya harga daging menyusul terbatasnya pasokan sapi di Lampung, sejumlah pedagang daging kini gulung tikar dan menganggur. Mereka tidak lagi sanggup menanggung penurunan omset.

“Sekitar 30 persen dari anggota saya yang berjumlah 500 orang kini gulung tikar, tidak bisa melanjutkan usaha. Bahkan, ada yang berhutang. Ini bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah (soal pembatasan impor), pada praktiknya di lapangan, justru merugikan sebagian pihak, khususnya kami,” tuturnya.

Ia menyayangkan ketidakmampuan pemerintah untuk menjamin lancarnya ketersediaan pasokan sapi. “Pemerintah bilang stok sapi lokal sebetulnya mencukupi. Itu hanya di atas kertas. Kenyataannya sangat jauh. Stok di feedlot berkurang dratis. Kami beli dari petani pun sulit,” ungkapnya.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *