LANGSUNG DICIDUK, TAKUT FATHANAH MESUM DULU DENGAN MAHARANI

Pecakapan Luthfi dan Fathanah Disadap KPK

JAKARTA-PM : KPK begitu yakin Luthfi Hasan Ishaaq terlibat dalam penerimaan uang suap Rp1 miliar, yang diambil oleh kurirnya Ahmad Fathanah. KPK memegang sadapan, adanya laporan Fathanah mengenai uang yang sudah diambil ke Luthfi.

“Itu dilaporkan kepada Luthfi, setelah dia mengambil uang dari Pondok Bambu (kantor PT Indoguna),” kata seorang penegak hukum, Sabtu (2/2).

Pelaporan itulah yang dijadikan salah satu dasar bagi KPK untuk menjerat Luthfi. Karena kata sumber tadi, Luthfi mengiyakan laporan dari Fathanah.

Menurut seorang petinggi KPK, karena laporan penerimaan uang Rp1 milliar dan juga dari informasi sebelum transaksi, tim di lapangan pada saat itu memutuskan untuk menunggu pergerakan Fathanah selanjutnya.

Namun ternyata, Fathanah tidak langsung bertemu dengan Luthfi. Dia melakukan ‘improvisasi’ dengan menuju ke Hotel Le Meridien Jakarta, di mana itu di tempat dia sudah ditunggu oleh Maharani, seorang mahasiswi dari PTS.

“Melihat kondisi itu, belum nanti kalau dia habis begitun (mesum) kan dia mungkin tidur karena kecapaian atau bagaimana, kami memutuskan untuk masuk. Namun yang jelas kami sudah memiliki bukti,” kata petinggi KPK tersebut.

Sebelum mengambil uang Fathanah juga menemui Luthfi di gedung DPR. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Sabtu (2/2), pada Selasa (29/1) pagi Fathanah menemui Luthfi di Gedung Nusantara 3, Komplek gedung DPR. Diduga pertemuan itu untuk membahas uang yang disediakan PT Indoguna, perusahaan importir daging yang sudah beberapa kali menjadi rekanan Kementan.

Pada siang harinya, Fathanah berpamitan dan meninggalkan komplek gedung DPR. Bersama sopirnya, dia menuju Jl Taruna 8, Pondok Bambu Jaktim, tempat PT Indoguna berada. Di situlah proses serah terima uang dilakukan.

Pada malam harinya Fathanah diciduk oleh penyidik KPK di hotel Le Meridien. Selang 24 jam kemudian, pada Rabu (30/1) malam, KPK menetapkan Fathanah dan Luthfi sebagai tersangka penerimaan suap. Penyidik juga mentersangkakan Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, dua direktur PT Indoguna.

Tak lama setelah pengumuman tersangka, KPK menciduk Luthfi yang tengah berada di kantor DPP PKS. Dia kemudian ditahan di rutan Guntur.

Luthfi membantah terlibat dalam penerimaan Rp 1 milliar itu. “Tentunya itu tidak benar,” kata dia sebelum diciduk penyidik.

Pihak KPK menolak berkomentar mengenai detil kronologi proses penerimaan suap itu. Yang jelas, penyidik yakin betul, uang suap itu memang ditujukan kepada Luthfi.

“KPK tidak menduga-duga, kami yakin betul,” terang Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. (net/bbs)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *